Saturday, December 3, 2011

Ajaran Sheikh Siti Jenar

140 AJARAN DAN PEMIKIRAN SYEKH SITI JENAR
.By Nizzam Shahiibul-Karibb in BICARA TASAUF - SIFAKIR ( BTF ) · Edit doc.

001. …. tidak usah kebanyakan teori semua, karena sesungguhnya ingsun (saya) inilah Allah. Nyata ingsun yang sejati, bergelar Prabu Satmata, yang tidak ada lain kesejatiannya yang disebut sebangsa Allah.

002. Jika ada seseorang manusia yang percaya kepada kesatuan lain selain Allah SWT, maka ia akan kecewa karena ia tidak akan memperoleh apa yang ia inginkan.


003. Allah itu adalah keadaanku, lalu mengapa kawan-kawanku sama memakai penghalang? Dan sesungguhnya aku ini adalah haq Allah pun tiada wujud dua; saya sekarang adalah Allah, nanti Allah, dzahir bathin tetap Allah, kenapa kawan-kawan masih memakai pelindung?.

004. Sebenarnya keberadaan dzat yang nyata itu hanya berada pada mantapnya tekad kita, tandanya tidak ada apa-apa, tetapi harus menjadi segala niat kita yang sungguh-sungguh.

005. Tidak usah banyak bertingkah, saya ini adalah Tuhan. Ya, betul betul saya ini adalah Tuhan yang sebenarnya, bergelar Prabu Satmata, ketahuilah bahwa tidak ada tuhan yang lain selain saya.

006. Saya ini mengajarkan ilmu untuk betul-betul dapat merasakan adanya kemanunggalan. Sedangkan bangkai itu selamanya tidak ada. Adapun yang dibicarakan sekarang adalah ilmu yang sejati yang dapat membuka tabir kehidupan. Dan lagi semuanya sama. Tidak ada tanda secara samar-samar, bahwa benar-benar tidak ada perbedaan yang bagaimanapun, saya akan tetap mempertahankan tegaknya ilmu tersebut.

007. Bahwa sesungguhnya, lafadz Allah yaitu kesaksian akan Allah, yang tanpa rupa dan tiada tampak akan membingungkan orang, karena diragukan kebenarannya. Dia tidak mengetahui akan diri pribadinya yang sejati, sehingga ia menjadi bingung. Sesungguhnya nama Allah itu untuk menyebut wakil-Nya, diucapkan untuk menyatakan yang dipuja dan menyatakan suatu janji. Nama itu ditumbuhkan menjadi kalimat yang diucapkan Muhammad Rasulullah.

008. ….. padahal sifat kafir berwatak jisim, yang akan membusuk, hancur lebur bercampur tanah. Lain jika kita sejiwa dengan Dzat Yang Maha Luhur. Ia gagah berani, Maha Sakti dalam syarak, menjelajahi alam semesta. Dia itu pangeran saya, yang mengusai dan memerintah saya, yang bersifat wahdaniyah, artinya menyatukan diri denga ciptaan-Nya. Ia dapat abadi mengembara melebihi peluru atau anak sumpit, bukan budi bukan nyawa, bukan hidup tanpa asal dari manapun, bukan pula kehendak tanpa tujuan. Dia itu yang bersatu padu dengan wujud saya. Tiada susah payah, kodrat dan kehendak-Nya, tiada kenal rintangan, sehingga pikiran keras dari keinginan luluh tiada berdaya. Maka timbullah dari jiwa raga saya kearif-bijaksanaan saya menjumpai ia sudah ada di sana.

009. Syehk Lemah Bang namaku, Rasulullah ya aku sendiri, Muhammad ya aku sendiri,Asma Allah itu sesungguhya dirilu, ya akulah yang menjadi Allah ta’ala.

010. Jika Anda menanyakan di mana rumah Tuhan, maka jawabnya tidaklah sukar. Allah berada pada Dzat yang tempatnya tidak jauh, yaitu berada dalam tubuh manusia. Tapi hanya orang yang terpilih saja yang bisa melihatnya, yaitu orang-orang suni.

011. Rahasia kesadaran kesejatian kehidupan, ya ingsun ini kesejahteraan kehidupan, engkau sejatinya Allah, ya ingsun sejatinya Allah; yakni wujud yang berbentuk itu sejati itu sejatinya Allah, sir (rahasia) itu Rasulullah, lisan (pengucap) itu Allah, jasad Allah badan putih tanpa darah, sir Allah, rasa Allah, rahasia rasa kesejatian Allah, ya ingsun (aku) ini sejatinya Allah.

012. Adanya kehidupan itu karena pribadi, demikian pula keinginan hidup itupun ditetapkan oleh diri sendiri, tidak mengenal roh, yang melestarikan kehidupan, tiada turut merasakan sakit ataupun lelah. Suka dukapun musnah karena tidak diinginkan oleh hidup. Dengan demikian hidupnya kehidupan itu berdiri sendiri.

013. Dzat wajibul maulana adalah yang menjadi pemimpin budi yang menuju ke semua kebaikan. Citra manusia hanya ada dalam keinginan yang tunggal. Satu keinginan saja belum tentu dapat dilaksanankan dengan tepat, apalagi dua. Nah cobala untuk memisahkan Dzat wajibul maulana dengan budi, agar supaya manusia dapat menerima keinginan yang lain.

014. Hyang Widi, kalau dikatakan dalam bahasa di dunia ini adalah baka bersifat abadi, tanpa antara tiada erat dengan sakit apapun rasa tidak enak, ia berada baik disana, maupun di sini, bukan ini bukan itu. Oleh tingkah yang banyak dilakukan dan yang tidak wajar, menuruti raga, adalah sesuatu yang baru.

015. Gagasan adanya badan halus itu mematikan kehendak manusia. Di manakah adanya Hyang Sukma, kecuali hanya diri pribadi. Kelilingilah cakrawala dunia, membubunglah ke langit yang tinggi, selamilah dalam bumi sampai lapisan ke tujuh, tiada ditemukan wujud yang mulia.

016. Kemana saja sunyi senyap adanya; ke Utara, Selatan, Barat, Timur dang Tengah, yang ada di sana hanya adanya di sini. Yang ada di sini bukan wujud saya. Yang ada dalam diriku adalah hampa dan sunyi. Isi dalam daging tubuh adalah isi perut yang kotor. Maka bukan jantung bukan otak yang pisah dari tubuh, laju peasat bagaikan anak panah lepas dari busur, menjelajah Mekkah dan Madinah.

017. Saya ini bukan budi, bukan angan-angan hati, bukan pikiran yang sadar, bukan niat, buka udara, bukan angin, bukan panas, dan bukan kekosongan atau kehapaan. Wujud saya ini jasad, yang akhirnya menjadi jenazah, busuk bercampur tanah dan debu. Napas saya mengelilingi dunia, tanah, api, air, dan udara kembali ke tempat asalnya, sebab semuanya barang baru bukan asli.

018. Maka saya ini Dzat sejiwa yang menyatu, menyukma dalam Hyang Widi. Pangeran saya bersifat Jalil dan Jamal, artinya Maha Mulia dan Maha Idah. Ia tidak mau sholat atas kehendak sendiri, tidak pula mau memerintah untuk shalat kepada siapapun. Adapun shalat itu budi yang menyuruh, budi yang laknat dan mencelakakan, tidak dapat dipercaya dan dituruti, karena perintahnya berubah-ubah. Perkataannya tidak dapat dipegang, tidak jujur, jika dituruti tidak jadi dan selalu mengajak mencuri.

019. Syukur kalau saya sampai tiba di dalam kehidupan yang sejati. Dalam alam kematian ini saya kaya akan dosa. Siang malam saya berdekatan dengan api neraka. Sakit dan sehat saya temukan di dunia ini. Lain halnya apabila saya sudah lepas dari alam kematian. Saya akan hidup sempurna, langgeng tiada ini dan itu.

020. Menduakan kerja bukan watak saya. Siapa yang mau mati dalam alam kematian orang kaya akan dosa. Balik jika saya hidup yang tak kekak ajal, akan langeng hidup saya, tida perlu ini dan itu. Akan tetapi saya disuruh untuk memilih hidup ayau mati saya tidak sudi. Sekalipun saya hidup, biar saya sendiri yang menetukan.

021. …….Betapa banyak nikmat hidup manfaatnya mati. Kenikmatan ini dijumpai dalam mati, mati yang sempurna teramat indah, manusia sejati adalah yang sudah meraih ilmu. Tiada dia mati, hidup selamanya, menyebutnya mati berarti syirik, lantaran tak tersentuh lahat, hanya beralih tempatlah dia memboyong kratonnya.

022. Aku angkat saksi dihadapan Dzat-KU sendiri, susungguhnya tidak ada Tuhan selain Aku. Dan Aku angkat saksi sesungguhnya Muhammad itu utusan-KU, susungguhny yang disebut Allah adalah ingsun (aku) diri sendiri. Rasul itu rasul-KU, Muhammad itu cahaya-KU, aku Dzat yang hidup yang tak kena mati, Akulah Dzat yang kekal yang tidak pernah berubah dalam segala keadaan. Akulah Dzat yang bijaksana tidak ada yang samar sesuatupun, Akulah Dzat Yang Maha Menguasai, Yang Kuasa dan Yang Bijaksana, tidak kekurangan dalam pegertian, sempurna terang benderang, tidak terasa apa-apa, tidak kelihatan apa-apa, hanyalah aku yang meliputi sekalian alam dengan kodrat-KU.

023. Janganlah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah keberadaan Allah. Disebut Imannya Iman.

024. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah tempat manunggalnya Allah. Disebut Imannya Tauhid.

025. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah sifatnya Allah. Disebut Imannya Syahadat.

026. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah kewaspadaan Allah. Disebut Imannya Ma’rifat.

027. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah menghadap Allah. Disebut Imannya Shalat.

028. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah kehidupannya Allah. Disebut Imannya Kehidupan.

029. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah kepunyaan dan keagungan Allah. Disebut Imannya Takbir.

030. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, sebab engkau adalah pertemuan Allah. Disebut Imannya Saderah.

031. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah kesucian Allah. Disebut Imannya Kematian.

032. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, sebab engkau adalah wadahnya Allah. Disebut Imannya Junud.

033. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah bertambahnya nikmat dan anugrah Allah. Disebut Imannya Jinabat.

034. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah asma Nama Allah. Disebut Imannya Wudlu.

035. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah ucapan Allah. Disebut Imannya Kalam.

036. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah juru bicara Allah. Disebut Imannya Akal.

037. Jangalah ragu dan janganlah menyekutukan, karena engkau adalah wujud Allah, yaitu tempat berkumpulnya seluruh jagad makrokosmos, dunia akhirat, surga neraka,arsy kursi, loh kalam, bumi langit, manusia, jin, iblis laknat, malaikat, nabi, wali, orang mukmin, nyawa semua, itu berkumpul di pucuknya jantung, yang disebut alam khayal (ala al-khayal). Disebut Imannya Nur Cahaya.

038. Yang disebut kodrat itu yang berkuasa, tiada yang mirip atau yang menyamai. Kekuasannya tanpa piranti, keadaan wujudnya tidak ada baik luar maupun dalam merupakan kesatuan, yang beraneka ragam.

039. Iradat artinya kehendak yang tiada membicarakan, ilmu untuk mengetahui keadaan, yang lepas jah dari panca indra bagaikan anak gumpitan lepas tertiup.

040. Inilah maksudnya syahadat: Asyhadu berarti jatuhnya rasa, Ilaha berarti kesetian rasa, Ilallah berarti bertemunya rasa, Muhammad berartihasil karya yang maujud dan Pangeran berarti kesejatian hidup.

041. Mengertilah bahwa sesungguhnya inisyahadat sakarat, jika tidak tahu maka sakaratnya masih mendapatkan halangan, hidupnya dan matinya hanya sperti hewan.

042. Syahadat allah, allah badan lebur menjadi nyawa, nyawa lebur menjadi cahaya, cahaya lebur menjadi roh, roh lebur menjadi rasa, rasa lebur sirna kembali kepada yang sejati, tinggalah hanya Allah semata yang abadi dan terkematian. (Terjemahan dalam Bahasa Indonesia).

043. Syahadat Ananing Ingsun, Asyhadu keberadaan-KU, La Ilaha bentuk wajahku, Ilallah Tuhanku, sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Aku, yaitu badan dan nyawa seluruhnya. (Terjemahan dalam Bahasa Indonesia).

044. Syahadat Panetep Panatagana yaitu, yang menjdai bertempatnya Allah, menghadap kepada Allah, bayanganku adalah roh Muhammad, yaitu sejatinya manusia, yaitu wujudnya yang sempurna. (Terjemahan dalam Bahasa Indonesia).

045. Kenikmatan mati tak dapat dihitung ….tersasar, tersesat, lagi terjerumus, menjadikan kecemasan, menyusahkan dalam patihnya, justru bagi ilmu orang remeh…..

046. Segala sesuatu yang wujud, yang tersebar di dunia ini, bertentangan denga sifat seluruh yang diciptakan, sebab isi bumi itu angkasa yang hampa.

047. Shalat limakali sehari adalah pujian dan dzikir yang merupakan kebijaksanaan dalam hati menurut kehendak pribadi. Benar atau salah pribadi sendiri yang akan menerima, dengan segala keberanian yang dimiliki.

048. Pada permulaan saya shalat, budi saya mencuri, pada waktu saya dzikir, budi saya melepaskan hati, menaruh hati kepada seseorang, kadang-kadang menginginkan keduniaan yang banyak, lain dengan Dzat Maha yang bersama diriku, Nah, saya inilah Yang Maha Suci, Dzat Maulana yang nyata, yang tidak dapat dipikirkan dan tidak dapat dibayangkan.

049. Syahadat, shalat, dan puasa itu adalah amalan yang tidak diinginkan, oleh karena itu tidak perlu dilakukan. Adapun zakat dan naik haji ke Makkah, keduanya adalah omong kosong. Itu semua adalah palsu dan penipuan terhadap sesama manusia. Menurut para auliya’ bila manuasia melakukannya maka dia akan dapat pahala itu adalah omong kosong, dan keduanya adalah orang yang tidak tahu.

050. Tiada pernah saya menuruti perintah budi, bersujud-sujud di masjid mengenakan jubah, pahalanya besok saja, bila dahi sudah menjadi tebal, kepala, berbelang. Sesungguhnya hal itu tidak masuk akal. Di dunia ini semua manusia adalah sama. Mereaka semua mengalami suka duka, menderita sakit dan duka nestapa, tiada bedanya satu dengan yang lain. Oleh karena itu saya, Siti Jenar, hanya setia pada satu hal, saja, yaitu Gusti Dzat Maulana.

051. ….Gusti Dzat Maulana. Dialah yang luhur dan sangat sakti, yang berkuasa Maha Besar, lagi pula memiliki dua puluh sifat, kuasa atas segala kehendak-Nya. Dialah Maha Kuasa pangkal mula segala ilmu, Maha Mulia, Maha Indah, Maha Sempurna, Maha Kuasa, Rupa warna-nya tanpa cacat, seperti hamba-Nya. Di dalam raga manusia ia tiada tanpak. Ia sangat sakti menguasai segala yang terjadi, dan menjelajahi seluruh alam semesta, Ngindraloka.

052. Hyang Widi, wjud yang tak tampak oleh mata, mirip dengan ia sendiri, sifat-sifatnya mempunyai wujud, sperti penampakan raga yang tiada tanpak. Warnanya melambangkan keselamatan, tetapi tanpa cahaya atau teja, halus, lurus terus menerus, menggambarkan kenyataan tiada dusta, ibaratnya kekal tiada bermula, sifat dahulu yang meniadakan permulaan, karena asal diri pribadi.

053. Mergertilah bahwa sesungguhnya ini syahadat sakarat, jika tidak tahu maka sekaratnya masih mendapatkan halangan, hidupnya dan matinya hanya seperti hewan.

054. Syekh Siti Jenar mengetahui benar di mana kemusnahan anta ya mulya, yaitu Dzat yang melanggengkan budi, berdasarkan dalil ramaitu, ialah dalil yang dapat memusnahkan beraneka ragam selubung, yaitu dapat lepas bagaikan anak panah, tiada dapat diketahui di mana busurnya. Syari’at, tarekat, hakekat, dan ma’rifat musnah tiada terpikirkan. Maka sampailah Syekh Siti Jenar di istana sifat yang sejati.

055. Kematian ada dalam hidup, hidup ada dalam mati. Kematian adalah hidup selamanya yang tidak mati, kembali ke tujuan dan hidup langgeng selamanya, dalam hidup ini adalah ada surga dan neraka yang tidak dapat ditolak oleh manusia. Jika manusia masuk surga berarti ia senang, bila manusia bingung, kalut, risih, muak, dan menderita berarti ia masuk neraka. Maka kenikmatan mati tak dapat dihitung.

056. Hidup itu bersifat baru dan dilengkapi dengan panca indera. Panca indera ini merupakan barang pinjaman, yang jika sudah diminta oleh yang mempunyai, akan menjadi tanah dan membusuk, hancur lebur bersifat najis. Oleh karena itu panca indera tidak dapat dipakai sebagai pedoman hidup. Demikian pula budi, pikiran, angan-angan dan kesadaran, berasal dari panca indera, tidak dapat dipakai sebagai pegangan hidup. Akal dapat menjadi gila, sedih, bingung, lupa, tidur dan sering kali tidak jujur. Akal itu pula yang siang malam mengajak kita berbuat dengki, bahkan merusak kebahagiaan orang lain. Dengki juga akan menimbulkan kejahatan, kesombongan yang pada akhirnya membawa manusia ke dalam kenistaan dan menodai citranya. Kalau sudah sampai sedemikian parahnya manusia biasanya baru menyesali perbuatannya.

057. Apakah tidak tahu bahwa penampilan bentuk daging, urat, tulang, dan sumsum busa rusak dan bagaimana cara Anda memperbaikinya. Biarpun bersembahyang seribu kali setiap barinya akhirnya mati juga. Meskipun badan Anda, Anda tutupi akhirnya kena debu juga. Tetapi jika penampilan bentuknya seperti Tuhan, apakah para wali dapat membawa pulang dagingnya, saya rasa tidak dapat. Alam semesta ini adalah baru. Tuhan tidak akan membentuk dunia ini dua kali dan juga tidak akan membuat dunia ini dua kali dan juga tidak akan membuat tatanan baru.

058. Segala sesuatu yang terjadi di alam ini pada hakikatnya adalah perbuatan Allah. Berbagai hal yang dinilai baik maupun buruk pada hakikatnya adalah dari Allah juga. Jadi sangat salah besar bila ada yang menganggap bahwa yang baik itu dari Allah dan yang buruk adalah dari selain Allah. Oleh karena itu Af’al allah harus dipahami dari dalam dan dari luar diri manusia. Misalnya saat manusia menggoreskan pensil, di situlah terjadi perpaduan dua kemampuan kodrati yang dipancarkan oleh Allah kepada makhluk-Nya, yaitu kemampuan gerak pensil. Tanah yang terlempar dari tangan seseorang itu adalah berdasar kemampuan kodrati gerak tangan seseorang, ”maksudnya bukanlah engkau yang melempar, melainkan allah yang melempar ketika engkau melempar.

059. Di dunia ini kita merupakan mayat-mayat yang cepat juga akan menjadi rusak dan bercampur tanah. Ketahuilah juga bahwa apa yang dinamakan kawulo-gusti tidak berkaitan dengan seorang manusia biasa seperti yang lain-lain. Kawulo dan Gusti itu sudah ada dalam diriku, siang dan malam tidak dapat memisahkan diriku dari mereka. Tetapi hanya untuk saat ini nama kawula-gusti itu belaku, yakni selama saya mati. Nanti kalau saya sudah hidup lagi, gusti dan kawulo lenyap, yang tinggal hanya hidupku sendiri, ketentraman langgeng dalam Anda sendiri. Bial kamu belum menyadari kata-kataku, maka dengan tepat dapat dikatakan bahwa kamu masih terbenam dalam masa kematian. Di sini memang terdapat banyak hihuran macam warna. Lebih banyak lagi hal-hal yang menimbulkan hawa nafsu. Tetapi kau tidak melihat, bahwa itu hanya akibat panca indera. Itu hanya impian yang sama sekali tidak mengandung kebenaran dan sebentar lagi akan cepat lenyap. Gilalah orng yang terikat padanya. Saya tidak merasa tertarik, tak sudi tersesat dalam kerajaan kematian, satu-satunya yang ku usahakan ualah kembali kepada kehidupan.

060. Bukan kehendak, angan-angan, bukan ingatan, pikir atau niat, hawa nafsupun bukan, bukan juga kekosongan atau kehampaan, penampilanku bagai mayat baru, andai menjadi gusti jasadku dapat busuk bercampur debu, napsu terhembus ke segala penjuru dunia, tanah, api, air kembali sebagai asalnya, yaitu kembali menjadi baru.

061. Bumi, langit dan sebagainya adalah kepunyaan seluruh manusia. Manusialah yang memberi nama. Buktinya sebelum saya lahir tidak ada.

062. Sesungguhnya pada hakikatnya tidak ada perbedaan antara ajaran Islam dengan Syiwa Budha. Hanya nama, bahasa, serta tatanan yang berbeda. Misalnya dalam Syiwa Budha dikenal Yang Maha Baik dan Pangkal Keselamatan, sementara dalam Islam kita mengenal Allah al Jamal dan as Salam. Jika Syiwa dkenal sebagai pangkal penciptaan yang dikenal dengan Brahmana maka dalam Islam kita mengenal al Khaliq. Syiwa sebagai penguasa makhluk disebut Prajapati, maka dalam Islam kita mengenal al Maliku al Mulki. Jika Syiwa Maha Pemurah dan Pengasih disebut Sankara, maka dalam Islam kita mengena ar-Rahman dan ar-Rahim.

063. Kehilangan adalah kepedihan. Berbahagialah engkau, wahai musafir papa, yang tidak memiliki apa-apa maka tidak akan pernah kehilangan apa-apa.

064. Jika engkau kagum kepada seseorang yang engkau anggap Wali Allah, jangan engkau terpancang pada kekaguman akan sosok dan perilaku yang diperbuatnya. Sebab saat seseorang berada pada tahap kewalian, maka keberadaab dirinya sebagi manusia telah lenyap, tenggelam ke dalam al Waly.

065. Kewalian bersifat terus menerus, hanya saja saat tenggelam dalam al Waly. Berlangsungnya Cuma beberapa saat. Dan saat tenggelam ke dalam al Waly itulah sang wali benar-benar menjadi pengejawantahan al Waly. Lanaran itu sang wali memiliki kekeramatan yang tidak bisa diukur dengan akal pikiran manusia, dimana karamah itu sediri pada hakekatnya pengejawantahan al Waly. Dan lantaran itu pila yang dinamakan karamah adalah sesuatu diluar kehendak sang wali pribadi. Semua itu semata-mata kehendak-Nya mutlak.

066. Kekasih Allah itu ibarat cahaya. Jika ia berada di kejahuan, kelihatan sekali terangnya. Namun jika cahaya itu didekatkan ke mata, mata kita akan silau dan tidak bisa melihatnya dengan jelas. Semakin dekat cahaya itu kemata maka kita akan semakin buta tidak bisa melihatnya.

067. Engkau bisa melihat cahaya kewalian pada diri seseorang yang jauh darimu. Nemun engkau tidak bisa melihat cahaya kewalian yang memancar dari diri orang-orang yang terdekat denganmu.

068. Saya hanya akan memberi sebuah petunjuk yang bisa digunakan untuk meniti jembatam (shiratal mustaqim) ajaib ke arahnya. Saya katakan ajaib karena jembatan itu bisa menjauhkan sekaligus mendekatkan jarak mereka yang meniti dengan tujuan yang hendak dicapai.

069. Bagi kalangan awan, istighfar lazimnya dipahami ebagai upaya memohon ampun kepada Allah sehingga mereka memperoleh pengampunan. Tetapi bagi para salik, istighfar adalah upaya pembebasan dari belenggu kekakuan kepada Allah sehingga memperoleh ampun yang menyingkap tabir ghaib yang menyelubungi manusia. Sesungguhnya di dalam asma al Ghaffar terangkum makna Maha Pengampun dan juga Maha menutupi, Maha Menyembunyikan dan Maha Menyelubungi.
070. Semua itu terikat itu benar, hanya nama dan caranya saja yang berbeda. Justru ”cara” itu menjadi salah dan sesat ketika sang salik melihat menilai terlalu tinggi ”cara” yang diikutinya sehinga menafikan ”cara” yang lain.

071. Semua rintangan manusia itu berjumlah tujuh, karena kita adalah makhluk yang hidup di atas permukaan bumi. Allah membentangkan tujuh lapis langit yang kokoh di atas kita, sebagaimana bumipun berlapis tujuh, dan samuderapun berlapis tujuh. Bahkan neraka berlapis tujuh. Tidakkah anda ketahui bahwa suragapun berjumlah tujuh. Tidakkah Anda ketahui bahwa dalam beribadaaah kepada Allah manusia diberi piranti tujuh ayat yang diulang-ulang dari Al-Quran untuk menghubungkang dengan-Nya? Tidakkah Anda sadari bahwa saat Anda sujud anggota badan Anda yang menjadi tumpuan?

072. Di dunia manusia mati. Siang malam manusia berpikir dalam alam kematian, mengharap-harap akan permulaan hidupnya. Hal ini mengherankan sekali. Tetapi sesungguhnya manusia di dunia ini dalam alam kematian, sebab di dunia ini banyak neraka yang dialami. Kesengsaraan, panas, dingin, kebingungan, kekacauan, dan kehidupan manusia dalam alam yang nyata.

073. Dalam alam ini manusia hidup mulia, mandiri diri pribadi, tiada diperlukan lantaran ayah dan ibu. Ia beberbuat menurut keingginan sendiri tiada berasal dari angin, air tanah, api, dan semua yang serba jasad. Ia tidak menginginkan atau mengaharap-harapkan kerusakan apapun. Maka apa yang disebut Allah ialah barang baru, direka-reka menurut pikiran dan perbuatan.

074. Orang-orang muda dan bodoh banyak yang diikat oleh budi, cipta iblis laknat, kafir, syetan, dan angan-angan yang muluk-muluk, yang menuntun mereka ke yang bukan-bukan. Orang jatuh ke dalam neraka dunia karena ditarik oleh panca indera, menuruti nafsu catur warna : hitam, merah, kuning, serta putih, dalam jumlah yang besar sekali, yang masuk ke dalam jiwa raganya.

075. Saya merindukan hidup saya dulu, tatkala saya masih suci tiada terbayangkang, tiada kenal arah, tiada kenal tempat, tiada tahu hitam, merah, putih, hijau, biru dan kuning. Kapankah saya kembali ke kehidupan saya yang dulu? Kelahiranku di dunia alam kematian itu demikian susah payahnya karena saya memiliki hati sebagai orang yang mengandung sifat baru.

076. Kelahiranku di dunia kematian itu demikian susah payahnya karena saya memiliki hati sebagai orang yang mengandung sifat baru.

077. Keinginan baru, kodrat, irodat, samak, basar dan ngaliman )’aliman). Betul-betul terasa amat berat di alam kematian ini. Panca pranawa kudus, yaitu lima penerangan suci, semua sifat saya, baik yang dalam maupun yang luar, tidak ada yang saya semuanya iti berwujud najis, kotor dan akan menjadi racun. Beraneka ragam terdapat tersebut dalam alam kematian ini. Di dunia kematian, manusia terikat oleh panca indera, menggunakan keinginan hidup, yang dua puluh sifatnya, sehingga saya hampir tergila-gila dalam dan kematian ini.

078. Hidup itu bersifat baru dan dilengkapi dengan panca indera. Panca indera ini merupakan barang pinjaman, yang jika sudah diminta oleh yang mempunyai, akan menjadi tanah dan membusuk, hancur lebur bersifat najis, oleh karena itu panca indera tidak dapat dipakai sebagai pedoman hidup. Demikian pula budi, pikiran, angan-angan dan kesadaran, berasal dari panca indera, tidak dapat dipakai sebagai pandangan hidup. Akal dapat menjadi gila, sedih, bingung, lupa, tidur dan sering kali tidak jujur. Akal itu pula yang siang malam mengajak kita berbuat dengki, bahkan merusak kebahagian orang lain. Dengki juga akan menimbulkal kejahatan, kesombongan yang pada akhirnya membawa manusia ke dalam kenistaan dan menodai citranya. Kalau sudah samapai sedemikian parahnya manuasia biasanya baru menyesali perbuatannya.

079. Apakah tidak tahu bahwa penampilan bentuk daging, urat, sungsum, bisa merusak dan bagaimana cara anda memperbaikinya. Biarpun bersembahyang seribu kali tiap harinya akhirnya mati juga. Meskipun badan anda, anda tutupi akhirnya kena debu juga. Tetapi jika penampilan bentuknya seperti Tuhan, apakah para wali dapat membawa pulang dagingnya, saya rasa tidak dapat. Alam semesta ini adalah baru. Tuhan tidak akan membentuk dunia ini dua kali dan juga tidak akan membuat tatanan baru.

080. mayat-mayat berkeliaran kemana-mana, ke Utara dan ke Timur, mencari makan dan sandang yang bagus dan permata serta perhiasan yang berkilauan, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah mayat-mayat belaka. Yang naik kereta, dokar atau bendi itu juga mayat, meskipun seringkali ia berwatak keji terhadap sesamanya.

081. Orang yang dihadapi oleh hamba sahayanya, duduk di kursi, kaya raya, mempunyai tanah dan rumah yang mewah, mereka sangat senang dan bangga. Apakah ia tidak tahu, bahwa semua benda yang terdapat di dunia akan musnah menjadi tanah. Meskipun demikia ia bersifat sombong lagi congkak. Oh, berbelas kasihan saya kepadanya. Ia tidak tahu akan sifat-sifat dan citra dirinya sebagai mayat. Ia merasa dirinya yang paling cukup pandai.

082. Di alam kematian ada surga dan neraka, dijumpai untung serta sial. Keadaan di dunia seperti ini menurut Syekh Siti Jenar, sesuai dengan dalil Samarakandi ”al mayit pikruhi fayajitu kabilahu” artinya Sesungguhnya orang yang mati, menemukan jiwa raga dan memperoleh pahala surga serta neraka.

083. ”Keadaan itulah yang dialami manusia sekarang” demikian pendapat Syekh Siti Jenar, yang pada akhirnya Siti Jenar siang malam berusaha untuk mensucikan budi serta menguasai ilmu luhur dengan kemuliaan jiwa.

084. Di alam kematian terdapat surga dan neraka, yakni bertemu dengan kebahagian dan kecelakaan, dipenuhi oleh hamparan keduniawian. Ini cocok dengan dalil Samarakandi analmayit pikutri, wayajidu katibahu. Sesungguhnya orang mati itu akan mendapatkan raga bangkainya, terkena pahala surga serta neraka.

085. Surga neraka tidaklah kekal dan dapat lebur, ataupun letaknya hanya dalam rasa hati masing-masing pribadi, senang puas itulah surga, adapun neraka ialah jengkel, kecewa dalam hati. Bahwa surga neraka terdapat dia akhirat. Itulah hal yang semata khayal tidak termakan akal.

086. Sesungguhnya, meurut ajaran Islam pun, surga dan neraka itu tidak kekal. Yang menganggap kekal surga neraka itu adalah kalangan awam. Sesungguhnya mereka berdua wajib rusak dan binasa. Hanya Allah Dzat yang wajib abadi, kekal, langgeng, dan azali.

087. Sesungguhnya, tempat kebahagian dan kemulian yang disebut swarga oleh orang-orang Hindu-Budha, di dalam Islam disebut dengan nama Jannah (taman), yang bermakna tempat sangat menyenangkan yang di dalamnya hanya terdapat kebahagian dan kegembiraan. Hampir mirip dengan swarga yang dikenal di dalam Syiwa-Budha, di dalam Islam dikenal ada tujuh surga besar yang disebut ’alailliyyin,al-Firdaus, al-Adn, an-Na’im, al-Khuld, al-Mawa, dan Darussalam. Di surga-surga itulah amalan orang-orang yang baik ditempatkan sesuai amal ibadahnya selam hidup di dunia.

088. Sementara itu, tidak berbeda dengan ajaran Syiwa-Budha yang meyakini adanya Alam Bawah, yaitu neraka yang bertingkat-tingkat dan jumlahnya sebanyak jenis siksaan, Islam pun mengajarkan demikian. Jika dalam ajaran Syiwa-Budha dikenal ada tujuh neraka besar yaitu, Sutala, Wtala, Talata, Mahatala, Satala, Atala, dan Patala. Maka dalam Islam juga dikenal tingkatan neraka yaitu, Jahannam, Huthama, Hawiyah, Saqar, Jahim, dal Wail.

089. Sebetulnya yang disebut awal dan akhir itu berda dalam cipta kita pribadi, seumpama jasad di dalam kehidupan ini sebelum dilengkapi dengan perabot lengkap, seperti umur 60 tahun, disitu masih disebut sebagai awal, maka disebut masyriq (timur) yang maknanya mengangkat atau awal penetapan manusia, serta genapnya hidup.

090. Yang saya sebut Maghrib (Barat) itu penghabisan, maksudnya saat penghabisan mendekati akhir, maksudnya setelah melali segala hidup di dunia. Maka, sejatinya awal itu memulai, akhir mengakhiri. Jika memang bukan adanya zaman alam dunia atau zaman akhirat, itu semua masih dalam keadaan hidup semua.

091. Untuk keadaan kematian saya sebut akhirat, hanyalah bentuk dari bergantinya keadaan saja. Adapun sesungguhnya mati itu juga kiamat. Kiamat itu perkumpulan, mati itu roh, jadi semua roh itu kalau sudah menjadi satu hanya tinggal kesempurnaannya saja.

092. Moksanya roh saya sebut mati, karena dari roh itu terwujud keberadaan Dzat semua, letaknya kesempurnaan roh itu adalah musnahnya Dzat. Akan tetapi bagi penerapan ma’rifat hanya yang waspada dan tepat yang bisa menerapkan aturannya. Disamping semua itu, sesungguhnya semuanya juga hanya akan kembali kepada asalnya masing-masing.

093. Ketahuilah, bahwa surga dan neraka itu dua wujud, terjadinya dari keadaan, wujud makhluk itu dari kejadian. Surga dan neraka sekarang sudah tampak, terbentuk oleh kejadian yang nyata.

094. Saya berikan kiasan sebagai tanda bukti adanya surga, sekarang ini sama sekali berdasarkan wujud dan kejadian di dunia. Surga yang luhur itu terletak dalam perasaan hati yang senang. Tidak kurang orang duduk dalam kereta yang bagus merasa sedih bahkan menangis tersedu-sedu, sedang seorang pedagang keliling berjalan kaki sambil memikul barang dangangannya menyanyi sepanjang jalan. Ia menyanyikan berbagai macam lagu dengan suara yang terdengar mengalun merdu, sekalipun ia memikul, menggendong, menjinjing atau menyunggi barang dagangannya pergi ke Semarang. Ia itu menemukan surganya, karena merasa senang dan bahagia. Ia tidur di rumah penginapan umum, berbantal kayu sebagai kalang kepala, dikerumuni serangga penghisap darah, tetapi ia dapat tidur nyenyak.

095. Orang disurga segala macam barang serba ada, kalau ingin bepergian serba enak, karena kereta bendi tersedia untuk mondar-mandir kemana saja. Tetapi apabila nerakanya datang, menangislah ia bersama istri atau suaminya dan anak-anaknya.

096. Manusia yang sejati itu ialah yang mempunyai hak dan kekuasaan Tuhan yang Maha Kuasa, serta mandiri diri pribadi. Sebagai hamba ia menjadi sukma, sedang Hyang Sukma menjadi nyawa. Hilangnya nyawa bersatu padu dengan hampa dan kehampaan ini meliputi alam semesta.

097. Adanya Allah karena dzikir, sebab dengan berdzikir orang menjadi tidak tahu akan adanya Dzat dan sifat-sifatnya. Nama untuk menyebut Hyang Manon, yaitu Yang Maha Tahu, menyatukan diri hingga lenyap dan terasa dalam pribadi. Ya dia ya saya. Maka dalam hati timbul gagagasan, bahwa ia yang berdzikir menjadi Dzat yang mulia. Dalam alam kelanggengan yang masih di dunia ini, dimanapun sama saja, hanya manusia yang ada. Allah yang dirasakan adanya waktu orang berdzikir, tidak ada, jadi gagasan yang palsu, sebab pada hakikatnya adanya Allah yang demikian itu hanya karena nama saja.

098. Manusia yang melebihi sesamanya, memiliki dua puluh sifat, sehingga dalam hal ini antara agama Hindu-Budha Jawa dan Islam sudah campur. Di samping itu roh dan nama sudah bersatu. Jadi tiada kesukaran lagi mengerti akan hal ini dan semua sangat mudah dipahami.

099. Manusia hidup dalam alam dunia ini hanya mengadapai dua masalah yang saling berpasangan, yaitu baik buruk berpasangan dengan kamu, hidup berjodoh dengan mati, Tuhan berhadapan dengan hambanya.

100. Orang hidup tiada mersakan ajal, orang berbuat baik tiada merasakan berbuat buruk dan jiwa luhur tiada bertempat tinggal. Demikianlah pengetahuan yang bijaksana, yang meliputi cakrawala kehidupan, yang tiada berusaha mencari kemuliaan kematian, hidup terserah kehendak masing-masing.

101. Keadaan hidup itu berupa bumi, angkasa, samudra dan gunung seisinya, semua yang tumbuh di dunia, udara dan angin yang tersebar di mana-mana, matahari dan bulan menyusup di langit dan keberadaan manusia sebagai yang terutama.

102. Allah bukan johor manik, yaitu ratna mutu manikam, bukan jenazah dan rahasia yang gaib. Syahadat itu kepalsuan.

103. akhirat di dunia ini tempatnya. Hidup dan matipun hanya didunia ini.

104. Bayi itu berasal dari desakan. Setelah menjadi tua menuruti kawan. Karena terbiasa waktu kanak-kanak berkumpul dengan anak, setelah tua berkumpul dengan orang tua. Berbincang-bincanglah mereka tentang nama sunyi hampa, saling bohong membohongi, meskipun sifat-sifat dan wujud mereka tidak diketahui.

105. Takdir itu tiada kenal mundur, sebab semuanya itu ada dalam kekuasaan Yang Murba Wasesa yang menguasai segala kejadian.

106. Orang mati tidak akan merasakan sakit, yang merasakan sakit itu hidup yang masih mandiri dalam raga. Apabila jiwa saya telah melakukan tugasnya, maka dia akan kembali ke alam aning anung, alam yang tentram bahagia, aman damai dan abadi. Oleh karena itu saya tidak takut akan bahaya apapun.

107. Menurut pendapat saya. Yang disebut ilmu itu ialah segala sesuatu yang tidak kelihatan oleh mata.

108. Mana ada Hyang Maha Suci? Baik di dunia maupun di akhirat sunyi. Yang ada saya pribadi. Sesungguhnya besok saya hidup seorang diri tanpa kawan yang menemani. Disitulah Dzatullah mesra bersatu menjadi saya.

109. Karena saya di dunia ini mati, luar dlam saya sekarang ini, yang di dalam hidupku besok, yang di luar kematianku sekarang.

110. Orang yang ingin pulang ke alam kehidupan tidak sukar, lebih-lebih bagi murid Siti Jenar, sebab ia sudah paham dengan mengusai sebelumnya. Di sini dia tahu rasanya di sana, di sana dia tahu rasanya di sini.

111. Tiada bimbang akan manunggalnya sukma, sukma dalam kehingan, tersimpan dati sanubari, terbukalah tirai, tak lain antara sadar dan tidur, ibarat kaluar dari mimpi, menyusupi rasa jati.

112. Manusia tidak boleh memiliki daya atau keinginan yang buruk dan jelek.

113. Manusia tidak boleh berbohong.

114. Manusia tidak boleh mengeluarkan suara yang jorok, buruk, saru, tidak enak didengar, dan menyakiti orang lain.

115. Manusia tidak boleh memakan daging (hewan darat, udara ataupun air).

116. Manusia tidak boleh memakan nasi kecuali yang terbuat dari bahan jagung.

117. Manusia tidak boleh mengkhianati terhadap sesama manusia.

118. manusia tidak boleh meminum air yang tidak mengalir.

119. Manusia tidak boleh membuat dengki dan iri hari.

120. Manusia tidak boleh membuat fitnah.

121. Manusia tidak boleh membunuh seluruh isi jagad.

122. manusia tidak boleh memakan ikan atau daging dari hewan yang rusuh, tidak patut, tidak bersisik, atau tidak berbulu.

123. Bila jiwa badan lenyap, orang menemukan kehidupan dalam sukma yang sungguh nyata dan tanpa bandingan. Ia dapat diumpamakan dengan isinya buah kamumu. Pramana menampilkannya manunggal dengan asalnya dan dilahirkan olehnya.

124. tetapi yang kau lihat, yang nampaknya sebagai sebuah boneka penuh mutiara bercahaya indah, yang memancarkan sinar-sinar bernyala-nyala, itu dinamakan pramana. Pramana itu kehidupan badan. Ia manunggal dengan badan, tetapi tidak ambail bagian dalam suka dan dukanya. Ia berada di dalam badan.

125. Tanpa turut tidur dan makan tanpa menderita kesakitan atau kelaparan. Bila ia terpisah dari badan, maka badan ikut tertinggal tanpa daya, lemah. Pramana itulah yang mampu mengemban rasa, karena ia dihidupi oleh sukma. Kepadanya diberi anugrah mengemban kehidupan yang dipandang sebagai rahasia rasa nya Dzat.

126. Penggosokan terjadi karena digerakkan oleh agin. Dari kayu yang menjadi panas muncullah asap, kemudian api. Api maupun asap keluar dari kayu. Perhatikanlah saat permulaan segala sesuatu, segala yang dapat diraba dengan panca indera, keluar dari yang tidak kelihatan tersembunya…..

127. Ada orang yang menyepi dipantai. Mereka melakukan konsentrasi di tepi laut. Buka dua hal yang mereka pikirkan. Hanya Pencipta semesta alam yang menjdai pusat perhatiannya. Karena kecewa belum dapat berjumpa dengan-Nya, maka mereka lupa makan dan tidur.

128. Badan jasmani disebut cermin lahir, karena merupakan cermin jauh dari apa yang dicari dalam mencerminkan wajah dia yan ber-paes. Cermin batin jauh lebih dekat.

129. Siang malam terus menerus mereka lakukan shalat. Dengan tiada hentinya terdengarlah pujian dan dzikir mereka. Dan kadang mereka mencari tempat lain dan melakukan konsentrasi di kesunyian hutan. Luar biasalah usaha mereka, hanya Penciptalahyang menjadi pusat pandangannya.

130. Badan cacat kita cela, keutamaan kerendahan hati kita puji, tetapi keadaan kita ialah digerakkan dan didorong olek sukma. Tetapi sukma tidak tampak, yang nampak hanya adan.

131. Cermin batin itu bukanlah cermin yang dipakai orang-orang biasa. Cermin ini sangat istemewa, karena mendekati kenyataan. Bila kau mengetahui badan yang sejati itulah yang dinamakan kematian terpilih.

132. Bila engkau melihat badanmu, Aku turut dilihat … Bila kau tidak memandang dirimu begitu, kau sungguh tersesat.

133. Sukma tidak jauh dari pribadi. Ia tinggal di tempat itu jua. Ia jauh kalau dipandang jauh, tetapi dekat kalau dianggap dekat. Ia tidak kelihatan, karean antara Dia dan manusia terdapat kekuadaan-Nya yang meresapi segala-galanya.

134. Hyang Sukma Purba menyembunyikan Diri terhadap peglihatan, sehingga ia lenyap sama sekali dan tak dapat dilihat. Kontemplasi terhadap Dia yang benar lenyap dan berhenti. Jalan untuk menemukan-Nya dilacak kembali dari puncak gunung.

135. Tetapi Hyang Sukma sendiri tidak dapat dilihat. Cepat orang turun dari gunung dan dengan seksama orang melihat ke kiri ke kanan. Namun Dia tidak ditemukan, hati orang itu berlalu penuh duka cita dan kerinduan.

136. Hendaklah waspada terhadap penghayatan roroning atunggil agar tiada ragu terhadap bersatunya sukma, pengahayatan ini terbuka di dalam penyepian, tersimpan di dalam kalbu. Adapun proses terungkapnya tabir penutup alam gaib, laksana terlintasnya dlam kantuk bagi orang yang sedang mengantuk. Penghayatan gaib itu datang laksana lintasan mimpi. Sesungguhnya orang yang telah menghayati semacam itu berarti telah menerima anugrah Tuhan. Kembali ke alam sunyi. Tiada menghiraukan kesenangan duniawi. Yang Maha Kuasa telah mencakup pada dirinya. Dia telah kembali ke asal mulanya…..

137. Mati raga orang-orang ulama yang mengundurkan diri di dalam kesunyian hutan ialah hanya memperhatikan yang satu itu tanpa membiarkan pandangan mereka menyinpang. Mereka tidak menghiraukan kesukaran tempat tinggal mereka hanya Dialah yang melindungi badan hidup mereka yang diperlihatkan. Tak ada sesuatu yang lain yang mereka pandang, hanya Sang Penciptalah yang mereka perhatikan.

138. Yang menciptakan mengemudi dunia adalah tanpa rupa atau suara. Kalbu manusia yang dipandang sebagai wisma-Nya. Carilah Dia dengan sungguh-sungguh, jangan sampai pandanganmu terbelah menjadi dua. Peliharalah baik-baik iman kepercayaanmu dan tolaklah hawa nafsumu.

139. Bila kau masih menyembah dan memuji Tuhan dengan cara biasa, kau baru memiliki pengetahuan yang kurang sempurna. Jangan terseyum seolah-olah kau sudah mengerti, bila kau belum mengetahui ilmu sejati. Itu semua hanya berupa tutur kata. Adapun kebenaran sejati ialah meninggalkan sembah dan pujian yang diungkapkan dengan kata-kata.

140. Sembah dan puji sempurna ialah tidak memandang lagi adanya Tuhan, serta mengenai adanya sendiri tidak lagi dipandang. Papan tulis dan tulisan sudah lebur, kualitas tak ada lagi. Adamu tak dapat diubah. Lalu apa yang masih mau dipandang. Tiadak ada lagi sesuatu. Maklumilah.


LikeUnlike ·Unfollow postFollow post · Report · 10 hours ago
Sharifah Mohd Jahaya and 2 others like this..


Dyah Mika Syukur Alhmdulillah, Terima Kasih Yg Tidak Terhingga Kpd Sdr Nizzam.
Terasa sungguh penerangan nya. Subhanallah WalHamdulillah.10 hours ago · LikeUnlike.
Awang Zakaria Jutaan Terima kasih9 hours ago ·
LikeUnlike.Pemer Hati tidak boli di yes kan...tidak bolih di no kan6 hours ago · LikeUnlike.Rokiah Jaafar amboi pnjgnyer.. tak tr baca la..4 hours ago · LikeUnlike.Sharifah Mohd Jahaya Baca setakat mampu je...4 hours ago ·
LikeUnlike.

Friday, December 2, 2011

Ajaran Pak Karamu

http://www.facebook.com/shahibulkarib

Manuskrip yang disebut itu tiada dicatitkan siapa pengarangnya tetapi ada disebutkan sebagai ILMU DAN MAKRIFAT TOK GURU PERAMU. Ianya ditulis dalam Bahasa Melayu lama dengan ejaan jawi lama. ( contoh ba wau mim bukan bom tetapi bumi )



Fakir tidak pasti sama ada manuskrip ini benar benar hasil karangan Tok Guru Peramu atau ditulis oleh orang lain yang merujuknya sebagai Ilmu Makrifat Tok Guru Peramu. Namun fakir membiarkan perkara penulis ini sebagai satu persoalan yang tidak dapat fakir selesaikan dan menganggapnya manuskrip itu sebagai satu bahan sumber ilmu yang bernilai yang barangkali ditulis atau bersumberkan ilmu dari Tok Guru Peramu yang terkenal itu.





Namun begitu perlu ditegaskan bahawa apa apa juga pendapat, fahaman dan tafsiran manuskrip ini merupakan pendapat, fahaman dan tafsiran penulis manuskrip dan bukannya pendapat , fahaman dan tafsiran fakir.



Ada juga terdapat beberapa bahagian dan tulisan khususnya ayat ayat Al-Quran dan hadith hadith yang ditulis mengikut tulisan Arab yang tidak dapat fakir masukkan dan salin kedalam entri kerana kelemahan fakir sendiri dalam perkara ini. Jadi yang diambil hanyalah terjemahan ke- Bahasa Melayunya sahaja.





KESIMPULAN HATI



Pertama Hati Yang Beriman Lawannya Kafir

Kedua Sum’ah Lawannya Bid’ah

Ketiga Hati Yang Taat Lawannya Maksiat



Dan HATI inilah tempat NIAT yang menentukan SAH SOLAT atau lain lain pekerjaan.







KEDUDUKAN NIAT



Bahawa NIAT itu tempatnya di HATI, tidak berhuruf dan bersuara sebagai letaknya harus melaksanakan :-



QASAD menunjukkan ZAT akan SIFATNYA kepada yang disifatkan



TAKRID menentukan ZAT akan SISATNYA dan kepada yang disifatkan.



TA’AYUN sabenar2nya AKU menyatakan DIRI AKU dalam TAUHID Takbiratul Ihram Aku kepada Sifat yang disifatkan.



Maka karamlah DIRI dalam lautan tidak bertepi itu nescaya SOLAT bukan lagi ENGKAU / AKU tetapi AKU ZAT yang melahirkan Kerja Aku dalam rupaku yakni SifatKu yang nyata dalam kelakuan hambaKu. Engkau tiada UPAYA dan KEKUATAN untuk melakukan solat itu malahan engkau lakukan atas Kurniaan & Rahmat Aku semata-mata.



Kenapa engkau merasa ada kewujudan dalam hidup ini sedangkan WUJUD itu adalah Aku semata-mata ? Yang mengerjakan kelakuanmu itu Aku atas Kudrat & IradatKu. Yang menentukan waktu pun Aku, Aku punya Ilmu. Tanpa itu engkau tiada hambaku. Aku sengaja menyatakan DIRIKU padamu dan Aku memuji DiriKu diatas lidahmu wahai hambaku.



Jangan sekali-kali ada rasa didalam hatimu bahawa engkau mempunyai kemampuan untuk memujiKu . Ketahuilah bahawa engkau adalah hambaKu yang FAKIR berhak menerima PemberianKu.







TIANG SOLAT



a. HADIR HATI yakni menghadap Allah dan membuangkan segala yang GHAYR (yang lain selain Allah ) didalam solat



b. KHUSU’ / TETAP HATI didalam solat yakni tidak merayau –rayau fikiran kemana mana.



c. SEMPURNA bacaan FATIHAH









SAH SOLAT

a. Sah solat kerana SAH WUDHU’



b. Sah Wudhu kerana Sah ISTINJA



c. Istinja itu membersihakan anggota badan dari berupa bentuk najis besar mahupun kecil.











KESEMPURNAAN ISLAM

Nota oleh Fakir – S = Soalan , J = Jawapan



S Yang dikatakan ISLAM berapa kesempurnaannya ?



J Tiga Perkara :-



a. Diikrarkan dengan lidah

b. Ditashdiqkan dalam hati

c. Dikerjakan dengan anggota



S Berapa tandakah yang dikatakan sesaorang itu Islam ?



J Empat perkara :-



a. Merendahkan diri keHadrat Allah dan sesama islam

b. Suci lidah dari memakan dan meminum benda haram

c. Suci lidah dari dusta dan mengumpat

d. Suci badan daripada Hadath Besar



S Yang dikatakan Islam berapa syarat pakaiannya ?



J Empat perkara :-



a. Sabar akan Hukum Allah SWT

b. Ridha akan Qadha Allah SWT

c. Menyerahkan Diri kepada Allah dengan tulus ikhlas

d. Mengikut Firman Allah dan Hadith Nabi.



S Apakah yang membinasakan Islam ?



J Empat perkara :-



a. Berbuat sesuatu amalan yang tiada dasar dari Islam itu sendiri

b. Mencela orang berbuat baik & meringankan Hukum Allah SWT

c. Diketahui tetapi tidak dibuat

d. Tiada tahu tetapi malas bertanya





Adapun Makrifat yang mesti diketahui itu ialah 20 Perkara terbahagi kepada 5 Bahagian.......





BAHAGIAN PERTAMA :-

Hendaklah diketahui 4 perkara yakni :-



Pertama Allah sabelum bernama Allah apa NamaNya ?

Kedua Muhammad sebelum bernama Muhammad apa namanya ?

Ketiga sebelum hari yang tujuh itu apa namanya ?

Keempat sebelum Waktu Yang Lima itu apa namanya waktu itu ?









BAHAGIAN KEDUA

Hendaklah juga kamu ketahui 4 perkara lagi.



Pertama 40 hari hendak mati

Kedua 7 hari hendak mati

Ketiga 3 harihendak mati

Keempat 24 jam sebelum mati.









BAHAGIAN KETIGA

Lagi 4 perkara yang perlu kamu ketahui



Pertama hendaklah KENAL DIRI kamu

Kedua hendaklah kenal NYAWA kamu

Ketiga hendaklah kenal PENGHULU kamu

Keempat hendaklah kenal TUHAN kamu







BAHAGIAN KEEMPAT



Hendaklah ketahui akan ZIKIR PENYERAHAN NYAWA kepada Allah . Ada 4 perkara juga.



Pertama Serahkan dengan ZIKIR AF’AL yakni La Ilaha Illallah

Kedua serahkan dengan ZIKIR ASMA’ yakni Allah Allah Allah

Ketiga serahkan dengan ZIKIR SIFAT yakni Hu Hu Hu

Keempat serahkan dengan ZIKIR ZAT yakni Ah Ah Ah







BAHAGIAN KELIMA



Hendaklah ketahui berkenaan RUH juga 4 perkara



Pertama RUH JASMANI yaitu TUBUH kita yakni DIRI TERJALLI

Kedua RUH RUHANI yaitu HATI kita yakni DIRI TERPERI

Ketiga RUH IDHAFI yaitu NYAWA kita yakni DIRI YANG TERPERI

Keempat RUH AL-QUDDUS yaitu RAHSIA kita yakni DIRI YANG WUJUD.







MUHAMMAD..............



Adapun nama MUHAMMAD itu jadi TUBUH pada kita.

Tubuh kepada Muhammad jadi NYAWA pada kita

Hati kepada Muhammad jadi NYAWA kepada kita

Nyawa kepada Muhammad jadi RAHSIA kepada kita.









TUBUH.................

Adapun yang bernama TUBUH itu PERBUATAN yang datang daripada HATI.

Perbuatan Hati datang daripada Nyawa

Perbuatan Nyawa datang daripada Rahsia

Perbuatan Rahsia datang daripada AF’AL ALLAH.









FUAD................

Adapun yang bernama MATA itu ialah untuk MELIHAT dan orang yang melihat itu tempatnya pada MATA HATI pada JANTUNG.

Didalam jantung ada FUAD

Didalam Fuan ada CAHAYA

Didalam Cahaya ada RAHSIA

Didalam Rahsia itu adalah saperti Firman Allah SWT yang berbunyi :-



Al Insanu Sirri...Wa Ana Sirruhu

Insan itu adalah rahsiaKu dan Akulah rahsianya.







KENAPA NAMA MUHAMMAD ? ( Rahsia Muhammad )



Adapun sebab Nabi Muhammad itu bernama Muhammad kerana Kehendak Allah.

Sekalian ( Keseluruhan / Semuanya ) Alam ini terjadi kerana Muhammad saperti dinyatakan didalam Hadith Qudsi :-



Sekalian jadi daripadamu Ya Muhammad dan engkau jadi daripada AKU



Sabda Baginda Rasul :-



Aku jadi kerana Allah dan sekalian alam jadi kerana aku.







RAHSIA MUHAMMAD ( Mim Ha Mim Dal )





KETERANGAN HURUM MIM AWAL MUHAMMAD ( MIM AWAL )



Pertama menunjukkan ZAT hambanya berdiri solat

Kedua Tempat Makrifat tatkala Qiam

Ketiga Zikir Bagi Zat yaitu ZIKIR RAHSIA

Keempat tatkala itu Tuhan bernama AHDIAH

Kelima semasa itu Tuhan Semata-mata . Belim ada terjadi apa apa akan masa itu bernama AH...( Alif Ha )





KETERANGAN HURUM HA MUHAMMAD ( HA )



Artinya SIFAT HAMBA yakni RUKUK dalam solat

Tempat HAKIKAT yaitu Rukuk

Zikir bagi Sifat yakni Nyawa

Tatkala itu Tuhan bernama WAHDAH





KETERANGAN HURUM MIM KEDUA MUHAMMAD ( MIM KEDUA )



Artinya ASMA’ HAMBA yaitu SUJUD dalam solat

Tempat TARIQAT tatkala Sujud

Tatkala itu Tuhan bernama WAHADIAH

Tatkala itu Tuhan TAJALLI sabenar-benarnya meliputi NUR MUHAMMAD. Masa itu Tuhan bernama ALLAH SWT





KETERANGAN HURUM DAL MUHAMMAD ( DAL )



AF’AL HAMBA yaitu DUDUK dalam solat

Tempat SYARIAT yaitu tatkala dalam Duduk

Zikir bagi Af’al yaitu TUBUH La Ilaha Illallah

Tatkala itu Tuhan ibarat LA ( Lam Alif )

Tatkala itu bercampur RAHSIA dengan NYAWA dan ANASIR ADAM ( Alif Dal Mim )









KEJADIAN DIRI.



Adapun kejadian DIRI itu terkandung dalam 20 perkara dibahagi kepada 4 bahagian





Bahagian Pertama



1 Jenis ZAT Diri Wujud Rahsia Kita Alam Lahut Ruh Al-Quddus



2 Jenis SIFAT Diri Terdiri Nyawa Kita Wujud Mutlak Ruh Idhafi

Alam Jabarut



3 Jenis ASMA’ Diri Terperi Hati kita Wujud Alam Ruh Ruhani

Tubuh halus



4 Jenis AF’AL Diri Tajalli Jasmani Wujud Idhafi Tubuh Yang Zahir









Bahagian Kedua

1 Wujud Wujud mutlak – Wujud Hakiki – Wujud Idhafi Wujud Tajalli



2 Ilmu Ilmu Hakiki – Ilmu Maklumat – Ilmu Fikir – Ilmu Ma’dom

Al-Asma’



3 Nur Nur AlHadi – Nurul quddus – Nur hadi – Nur Al-bayan



4 Suhud Suhud Al-Ain – Suhud Khadafi – Khaliq Al-Asmat

Suhud Taufil









Bahagian Ketiga

1 Angin Angin Niat –Angin Padtar – Angin Sarsa – Angin Serul



2 Api Al-Hayat – Al-Muja – Sajin



3 Air Maal Hayat – Maal Kus – Maal Zam Zam – Maal Hain



4 Tanah Tanah Firdaus – Tanah Tiin – Arbail baasir – Tiin Siipaab







Bahagian Keempat



1 Di Jadi Ruh Masripah – Tubuh – Af’al



2 Wadi Jadi Tulang – Tariqat – Hati – Asma’



3 Mani Jadi urat – Haqiqat – Nyawa – Sifat



4 Ma’nikam Jadi Nyawa – Makrifat – Rahsia – Zat









Bahagian Kelima

1 LA ( Laf Alif )



Ucapan bagi Tubuh menjaga kulit dan bulu Qalbi kepada Baitullah



2 ILAHA ( Alif Lam Ha )



Ucaoan bagi Hati penjaga daging dan darah Qalbi kepada Baitulmakmur



3 ILLA ( Alif Lam Alif )



Ucapan bagi Nyawa penjaga urat dan tulang Qalbi kepada Arasy



4 Allah ( Alif lam Lam Ha )



Ucapan kepada Rahsia penjaga urat dan sumsum Qalbi kepada Allah











KEJADIAN BENIH

HU QALBI itu RABBI terdiri Aku didalam Sifat Nafsiah Aku dikandung dalam Wujud Allah La Ilaha Illallah Muhammadur Rasullullah Fi Kul Lil Maha Tiin Wa Naf Sin Aa Da Da Maa Wa Si A-Hu Il Mullah



Adapun asal kejadian BENIH manusia daripada MA’NIKAM daripada Syurga, dirupakan Allah SWT turun kepada HU GHAIB rupa Allah jadi Ma’nikam rupa gilang gemilang hingga tujuh petala langit dan tujuh petala bumi



- kemudian manikam itu jatuh kepada ubun ubun bapa 100 hari



- kemudian manikam itu jatuh kejantung bapa 40 hari



- kemudian manikam itu jatuh ke Hati Nurani Cahaya Haq 7 hari



- kemudian Manikam itu jatuh TA’AYUN HATI berupa air 3 hari



- kemudian manikam itu MERTABAT ZAT pada pinggang bapa 24 jam



- kemudian Manikam itu jatuh kerahim ibu dengan rupa huruf ALIF



- kemudian Manikam itu kepada ALAM RUH berkumpul saperti biji . Itulah sebab ia bernama Manikam



- kemudian manikam bersifat ia bernama ALAM MITHAL. Ini yang bernama saperti Firman Allah : al insanu sirri wa ana sirruhu



- kemudian ia menilik dirinya terlalu indah, lalu lupa kepada dirinya bila bercampur dengan darah ibunya. Maka hilanglah rupa itu dan bernama pula ia ALAM AJSAM yakni Alam Kasar. Kemudian bila sampai janji, keluarlah ia dari kandungan ibunya dan hilanglah rupa yang dilihat maka menangis ia sebab suara inilah bernama ALAM INSAN.









BILA AKHIR HAYAT



Bila akhir hayat kita dapati BERDENYUT-DENYUT PUSAT saperti asap serta kita mendengar ucapan :-



ALASTU BI RAB BIKUM – AH ( Alif Ha ) ANA MA – KAA NA BII MAA KAA NA MASA KAA NA.



Maka jawablah :-



YA ANA LA ILA HA ILLALLAH – 3 kali



Kemudian nampak cahaya KEBESARAN ALLAH maka kita zikir ALLAH – 3 kali



Kemudian kita nampak KALIMAH ALLAH maka kita zikir HU – 3 kali



Kemudian kita dengar UCAPAN TUHAN : ANA ALLAH LA ILA HA ILLALLAH ANA....serta terus kita memandang akan KEBESARAN ALLAH maka kita zikir AH – AH- AH ( Alif Ha ).



Maka tamatlah riwayat kita. Ruh kembali ke Rahmatullah. Hasanul Khatimah.





ALHAMDU .....( Alif – Lam – Ha – Mim - Dal )



ALIF



Huruf ALIF itu WAKTU SUBUH. Nabi Adam a.s cahayanya putih. Malikatnya Jibrael Ruhani. Sahabatnya Abu Bakar & Fatimah Keluar dari huruf ALIF itu DUA RAKAAT kerana TAJALLI Tuhan dua mertabat yakni MERTABAT ZAT atau AHDIAH dan Mertabat SIFAT atau WAHDAH. Istananya dibawah susu kiri . Keluar cahaya pada dahi. Kenyataan pada kita ialah MULUT & LIDAH





LAM



Huruf LAM itu waktu ZUHUR. Nabi IBRAHIM cahayanya Kuning. Malaikatnya MAKRIBUN. Keluar dari huruf Lam itu empat rakaat kerana TAJALLI Tuhan WUJUD – ILMU – NUR – SUHUD. Istananya pada HATI di lambung susu kiri yaitu RUH MAZIFAH. Kenyataan pada kita ialah HIDUNG & MATA





HA



Huruf HA ini waktu ASAR. Nabinya Nabi Yunus a.s Cahayanya Hijau Kuning. Malikaynya MIKAIL. Sahabatnya pula ialah Omar. Keluar dari huruf HA ini empat rakaat yakni API – AIR – ANGIn – TANAH. Istanayna pada LIMPA – Nafsu Jasmani. Kenyataan pada kita ialah BAHU & DADA.





MIM



Huruf MIM itu waktunya MAGHRIB . nabinya ialah Nabi MUSA. Cahayanya MERAH HITAM. Malikatnya ISHDAH & WAHIDIAH. Istananya PARU – PARU Nafsunya Nafsu Haiwan. Kenyataan pada kita ialah MATA ( Cahayanya )





DAL



Huruf DAL itu waktu ISYA’ Nabinya Nabi NUH. Cahayanya HIJAU HITAM. Malikatnya IZRAFIL. Sahabatnya ALI. Keluar dari huruf DAL itu 4 rakaat kerana Tajalli Tuhan DI – WADI – MANI – MA’NIKAM. Istananya HEMPEDU dari bawah lidah hingga keteklinga. Kenyataan pada kita ialah TAPAK KAKI.





TEMPAT ZIKIR PADA TUBUH



ZIKIR QALBI



Dua jari bawah susu kiri = QALBI = HATI





ZIKIR RUH



Dua jari bawah susu kanan = RUH = NYAWA





ZIKIR SIRR



Dua jari bawah susu kiri = SIRR = RAHSIA





ZIKIR KHOFI



Dua jari atas susu kanan = KHOFI = TERSEMBUNYI





ZIKIR AKHFA



Ditengah dada = AKHFA = TERLEBIH SEMBUNYI





ZIKIR NAFAS



Antara 2 kening meliputi sekalian kepala





ZIKIR KHALIAH



Di ubun ubun meliputi sekalian jasad







20 SIFAT DI DALAM DIRI



1 WUJUD



Badan Insan SIFATKU mula jadi menanggung didalam dunia





2 QIDAM



RUH JASMANI kulitku mula jadi meliputi sekalian alam





3 BAQA’



RUHANI dagingku mula jadi menanggung RAHSIA didalam DIRI





4 MUKHALAFATUHU LIL HAWADITH



RUH NIBATI darahku mula menjadi meliputi Alam Sendiri





5 BINAFSIHI



RUH INSAN nafasku mula jadi berjalan ucapan didalam DIRI





6 WAHDANIAT



RUH RABBANI hatiku asal mula jadi TAHU didalam DIRI





7 KUDRAT



RUH QUDUS urat putihku yang tidak berdarah berjalan setiap dalam DIRI-ku





8 IRADAT



RUH KAHFI tulangku asal mula jadi menguatkan Alam Sendiri





9 ILMU



RUH IDHAFI benihku asal mula jadi YANG NYATA didalam CERMIN HAQ



10 HAYAT



RUH NURANI uratku yang meliputi didalam tubuh aku yang hidup alam sendiri.





11 SAMA’



BESI KURSANI pendengaranku asal semula jadi





12 BASAR



PANCARAN MA’NIKAM kalam aku berkata-kata dengan sendiri





13 KALAM



RUH MA’NIKAM menzahirkan perkataan didalam dunia





14 QADIRUN



WUJUD MA’NIKAM tali Ruhku KUNHI ZAT dengan Sifatku





15 MURIDUN



ILMU ALLAH badanku asal mula jadi KALIMAH didalam diriku





16 ALIMUN



DARJAT ALLAH kebesaranku asal mula jadi duduk didalam otak yang putih





17 HAIYUN



Amalan terlebih suci ialah amalan Kalimah Aku asal mula jadi alam diriku





18 SAMIUN



Bersama ZAT & SIFAT WAHDAH didalam Kalimah iman diriku





19 BASIRUN



RAHSIA NYAWA dengan BADANWAHIDAH bersamalah Zat dengan badan tidak bercerai dunia akhirat





20 MUTAKALLIMUN



Ghaib didalam Ka’bah Ghaib aku didalam Ka’bah Kaca Arasy yang putih titik didalam Kalimah.









AWALUDDIN MAKRIFATULLAH



Permulaan agama mestilah MENGENAL ALLAH.



Firman allah :-



Ya Muhammad kenalkanlah DIRI kamu sebelum kamu Mengenal Aku dan sebenar-benar kenal Diri kamu ialah Engakau Kenal Aku



Allah juga Berfirman :-



Ya Muhammad Aku jadikan baharu alam ini kerana Engkau dan Aku jadikan engkau kerana Aku. Maka engkau inilah sebenar-benarnya RAHSIA AKU.



Dengan ini bererti kita mesti berpegang kepada pokok kesimpulan RAHSIANYA itu yakni kita mesti betul betul kepada pengertian dan pemahaman RahsiaNya itu dengan terang dan jelas. Marilah kita renungi Firman Firman Allah saperti berikut :-



Aku tidak memandang kepada rupamu yang cantik...pengetahuanmu yang banyak jika kamu tidak Mengenal Aku maka sia sia sajalah amal kebajikan serta solat kamu yakni umpama debu yang berterbangan diudara ditiup angin



Engkau itu Aku dan Aku itu engkau



Oleh itu saudaraku sekalian kamu tuntutlah betul betul dan pelajarilah dengan sungguh sungguh serta kajilah dengan mendalam agar kamu DAPAT MENGENAL ALLAH dengan sebanar-benarnya. Mudah-mudahan Allah akan mengangkat Darjat kamu menjadi AHLI SUFI dan WALINYA.



Sebanyak manapun kitab kita baca, kaji dan pelajari INTIPATI yang perlu kita dapat dan perolehi hanya EMPAT ( 4 ) PERKARA sahaja yaitu perkara yang membolehkan amal ibadah kita diterima dan diakui oleh Allah SWT.

Perkara itu ialah :-



Pertama



Mengenal Allah dengan sebenar-benar pengenalan dengan bukti yang terang dan jelas.



Kedua



sentiasa dalam TUBUH ALLAH dengan bukti yang terang dan jelas juga.



Ketiga



sentiasa mendengar SERUAN ALLAH juga dengan bukti yang jelas dan terang.



Keempat



Datang dari Allah kembali kepada Allah dengan pedoman yang sebenar-benarnya terang dengan bukti yang jelas.



Sesungguhnya keputusan perkara perkara diatas, nampaknya senang dibaca tetapi tiap tiap satu perkara diatas bukanlah mudah diperolehi pemahaman dan pegangan keimanannya walaupun kita telah membaca mengkaji banyak buku, berguru dengan ramai guru, jika kita tidak menemui / ditemukan dengan buku buku dan guru guru yang benar benar dapat memberi petunjuk untuk pemahaman kita secra terang dan jelas.





RAHSIA DI DALAM DIRI



Inilah pada menyatakan bahawa didalam badan manusia itu EMPAT BAHAGI yaitu :-



NAFAS

ANPAS

TANAPAS

NUPUS


Sesungguhnya bagaimana rupa jasmani begitu jugalah rupa NYAWA.



Manakala Nyawa itu adalah NAFAS dan TANAPAS itu saperti ANPAS. Maka keempat itu berperingkat sampai kepada NUPUS dan Nupus itu saperti rupa ZAT manakala Zat itu saperti rupa SIFAT dan Sifat itu saperti rupa ASMA’ dan Asma’ itu saperti rupa AF’AL.



Dan perkara diatas diakui oleh Allah saperti FirmanNya melalui Hadith Qudsi :-



QA LAL LAH HU TAALA - AL INSANU SIRRI WA ANA SIRRUHI SI FATI ILLA KHAIRI LIL LAH

Insan itu rahsiaKu dan Aku rahsianya. SifatKu itu Sifatnya tiada ada daripadaku melainkan Allah Taala



Barangsiapa mengenal akan BADANnya ia mengenal akan NYAWAnya. Barangsiapa mengenal akan nyawanya ia akan mengenal akan SIRRnya Barangsiapa mengenal akan Sirrnya akan mengenal akan TUHANnya yang qadim adanya.



Ketahuilah olehmu wahai talib – YANG KELUAR itu bernama NAFAS dan yang dinamai ANPAS itu gerak dari hidung sampai kebawah leher. Dan yang dinamai TANAPAS itu gerak dari bawah leher sampai ke hati. Yang dinamai NUPUS itu didalam Hati. Itulah HAKIKAT NYAWA.









WUJUD



WUJU DU KA ZAHRU WALA YUQA MU BI HI ZAHBU

Barangsiapa mengadakan DUA WUJUD jadi SYIRIK



ANA WUJU DA HU

Ada kita dengan DIA



WA NAF SUHU

Ada DIA dengan sendirinya.



Adapun WUJUD itu AIN ZAT artinya kenyataan kerana lafaznya dibaca itu wujud maknanya ZAT. Ini adalah kerana Wujud itu ADA. Maka yang ADA itu ZAT. Maka tiada diperoleh dengan lafaz yang lain daripada Wujud itu kerana wujudnya itu menyatakan Zatnya. Maka disebabkan itu dikatakan AIN ZAT namanya.



Adapun Wujud itu artinya ADA. Apa yang dikatakan itu ada.

Yang dikatakan itu ialah ZAT.



Adapun Wujud ini ditilikkan pihak lafaznya SIFAT dan jika ditilik pada maananya ZAT dan apa yang dikatakan lafaz itu kerana bacaan itu Wujud ada ZAT. Inilah maananya.



Adapun WUJUD DIRI SENDIRI berdiri dengan ZAT. Apa sebab dikatakan Wujud itu berdiri dengan Zat ? Sebab lafaz wujud itu ada manakala yang ADA itu ialah ZAT.







PERINGATAN TENTANG SEMBAHYANG



Barangsiapa menyembah NAMA TANPA MAANA bahawasanya ia KUFUR



Barangsiapa menyembah MAANA TANPA NAMA bahawasanya ia MUNAFIK



Barangsiapa menyembah NAMA DAN MAANA dengan HAKIKAT MAKRIFAT mereka itulah MUKMIN sabenar benarnya t



Barangsiapa meninggalkan NAMA DAN MAANA bahawasanya mereka itulah ARIFBILLAH



Solah Daim itu ialah solah tanpa huruf tanpa suara tanpa apa apa perbuatan. Ianya ialah kerja HAYAT atau kerja HIDUP. Yang Hidup itu ialah NURULLAH atau Nur Muhammad yakni Nyawa.







PENGERTIAN ALLAH DAN NABI MUHAMMAD MUSTAFFA RASULLULLAH



NABI



Adapun Tubuh Nabi Muhammad itu yang zahir ialah AF’AL daripada ZAT

Adapun nyawa Nabi Muhammad itu SIFAT daripada ZAT ALLAH.





SIFAT



Adapun SIFAT itu NYAWA kepada Muhammad

MUSTAFFA - Adapun hati Mustaffa itu ASMA’ daripada ZAT ALLAH.





ASMA’



Adapun ASMA’ itu Nama NamaNya.





AF’AL



Adapun AF’AL itu Tubuh Nabi namanya AF’AL.





RASULLULLAH - Adapun Rasullullah itulah SIRR daripada ZAT ALLAH SWT.





ZAT



Adapun ZAT itu TUHAN, Rahsia pada Nabi, Cahaya Ilmu Kalam - SIRRULLAH namanya.



Inilah kita bertuhan pada Allah dengan 4 syarat yakni :-



Pertama ZAT ALLAH itu Tuhan pada kita

Kedua SIFAT ALLAH itu NYAWA pada kita

Ketiga ASMA’ ALLAH itu HATI pada kita

Keempat AF’AL ALLAH itu TUBUH pada kita.



Dan TAJALLI Af’al Allah pada Tubuh kita dan Tajalli Asma’ Allah pada Hati kita dan Tajalli Sifat Allah pada Nyawa kita dan Tajalli Zat Allah pada Sirr kita yakni sebenar-benarnya RAHSIA kita adanya.











ASAL RUKUN 13 DIDALAM SOLAT.



Inilah asal Rukun 13 yang wajib diketahui dalam melakukan Solat.

Adapun Rukun Solat itu datangnya daripada ALLAH – BAPA dan IBU.





DATANG DARIPADA ALLAH – 5 PERKARA.



1 Niat

2 Nyawa

3 Wujud

4 Nafas

5 Af’al



Yaitu didalam bentuk Merasa – Mencium – Menjamah – Melihat & Mendengar



DATANG DARIPADA BAPA – 4 PERKARA



1 Tulang

2 Kuku

3 Rambut

4 Rupa



DATANG DARIPADA IBU – 4 PERKARA



1 Darah

2 Daging

3 Otak

4 Lendir



Terhimpun menjadi 13 . maka jadilah Rukun 13 perkara melakukan SOLAT setiap hari memulangkan sekalian HAKNYA sebagai ISI AMANAH yang dipertaruhkan kepada kita.





YANG MATI – YANG HILANG - YANG TINGGAL – YANG PULANG



YANG MATI itu ada 6 perkara yakni – Wujud – Anggota – Hawa – Nafsu – Gerak & Diam.



YANG HILANG pula ada 4 perkara yakni Darah – Daging – Tulang & Kulit



YANG TINGGAL itu ada 2 perkara yakni Iman & Taat



YANG PULANG ada satu sahaja yakni NYAWA. Pulang keempunyanya keasalnya









HENING – QASAD – TAQRID & TA’YUN







HENING itu apa ?



Adapun HENING itu tiada dapat menyerupai dengan CAHAYA yang lain. Adapun JERNIH itu apakala tertenung lantas 7 petala langit dan 7 petala bumi.



Maka dalam cahaya yang HENING JERNIH itu yang terang benderang itulah CAHAYA PUTIH SIFAT saperti terlebih putih daripada kapas bersifat saperti SIFAT KITA.



Ada tanda pada DAHI kita tersurat NAMA ALLAH. Inilah RUH NABI kita



Maka dalam ZIKIR ALLAH syaratnya terhapus sekalian diri dengan keadaan diri kita yang kehambaan bagi RUH NABI saw yang dikatakan sebenar-benar SIFAT ALLAH NUR MUHAMMAD namanya.



Dan cahaya terang benderang hening jernih itulah CAHAYA ZAT ALLAH adanya. Wallah Hu Alam.







QASAD



Adapun QASAD itu MENYATAKAN NIAT tiada huruf dan tiada suara. Yang ada huruf dan suara BUKAN NIAT tetapi ADOM ( ADAM )



Adapun yang sebenar-benarnya NIAT yang tiada huruf dan tiada suara itu ialah ZAT ALLAH. Inilah NIAT yang sebanar-benarnya. Asal Niat dan tempat niat pada zahirnya ialah kita yang berniat tetapi sebenarnya ialah TUHAN YANG MUTLAK yang bersifat WAJIBUL WUJUD KHALIQ AL ALAM lagi ber-Sifat KAMIL MUKAMIL.





TA’RID



Adapun TA’RID itu MENYATAKAN FARDHU. Yang sebenar-benarnya Fardhu itu ialah TAJALLI SIFAT ALLAH ertinya NYATA SIFAT ALLAH itu NUR MUHAMMAD AIN SABITAH pun ia juga namanya, UJUD IDHAFI dan INSAN pun ia juga. Inilah sebenar-benarnya FARDHU itu.



Asal Fardhu ialah RUH NABI MUHAMMAD saw tempat Tajalli sekalian Ruh Adam itu.



Sebab dikatakan ASAL FARDHU yang sebenarnya kerana sekalian nyawa itu tajalli daripada NUR MUHAMMAD saperti kata HADITH QUDSI :-



ANA MINALLAH HU KUL LII SHAI IIN MINAN NUR yang bermaksud



Daku daripada Allah manakala segala sesuatu atau cahaya alam ini daripada cahayaku.



ANA MINALLAHU WAL ANBIYA ......( tidak jelas = fakir ) yang bermaksud :-



Aku daripada Allah sekalian anbia’ daripada aku.



ANA MINALLAHU WAL MUKMINI NAA MIN NI



Aku daripada Allah dan segala / semua mukminin daripada aku



Inilah sebabnya dikatakan MUHAMMAD itu BAPA SEKALIAN RUH dan ADAM itu BAPA SEKALIAN TUBUH / JASAD.



Inilah juga sebab kenapa dikatakan yang Fardhu PADA KITA ITU NYAWA. Nyawa itu PEMERENTAH BADAN. Jika tidak digerak oleh Nyawa tidak bergeraklah badan. Wallah hu Alam.





TA’YUN



Adapun TA’YUN itu menyatakan WAKTU Zuhur, Asar dan lain lain lima waktu itu. Adapun yang sebenarnya NYATA AF’AL ALLAH SWT pada Jasad Adam yaitu Tubuh kita ialah ALAMM RUH YANG KASAR. Itulah sebenarnya TA’YUN yakni sebenar benar NYATA.



TAUHID TAKBIRATUL IHRAM ( TI )



Adapun syarat TI itu hendaklah HADIR MATA HATI SYAHADAT KE ZAT ALLAH SWT.



Sebelum takbir kita NIATKAN didalam Hati yang kita MEMULANGKAN SEKALIAN PANCAINDERA yang dikurniakan kepada kita ( kepada Allah = fakir ) Niatnya ialah Tiada pendengaranku hanya ia ( pendengaran Zat Allah ) tiada penglihatanku hanya ia tiada huruf tiada suara hanya ia tiada ciukmku hanya ia tiada gerak dan diamku hanya ia.



HAKIKAT ZAT AF’AL – HAKIKAT SOLAT



Adapun ertinya SOLAT sebenarnya YANG MENYEMBAH ITU HAMBA, YANG DISEMBAH ITU TUHAN.



Yang menyembah itu FANA’ - yang disembah itu BAQA’. Maka sihamba PULANG KEPADA ADOMNYA. Maka KEKALLAH TUHAN semata-mata pada SUHUD ( pandangan = fakir ) kita.



Yang Menyembah dan Yang Disembah pun ia juga. Yang memuji = DIA Yang Dipuji pun DIA juga kerana Allah SWT Memuji DiriNya sendiri melalui lidah makhlukNya ( Insan )



Maka hamba itu tetaplah FANA’ sebab ditilik sekalian keadaan dirinya habis terpulang kepada Allah – Ilmu, hayat, Kudrat, Iradat, Sam’, Basar, Kalam . Yang ada pada dirinya adalah SIFAT ZAT ALLAH semata-mata.



Adapun Tuhan itu tiada diatas, tiada dibawah, tiada dihadapan, tiada dibelakang tiada dikanan mahupun dikiri.



TIADA HAMBA TIADA TUHAN YANG WUJUD HANYA ZAT ALLAH WAJIBUL WUJUD.







MEMULANGKAN AMANAH.



Hadith Qudsi yang bermaksud :-



1 TUKARKAN CAHAYA DIRIMU KEPADA CAHAYA TUHANMU



2 MATIKAN DIRI KAMU SEBELUM KAMU MATI



Adapun maksud MATIKAN itu ialah MEMULANGKAN AMANAH ALLAH yang ditanggungkan kepada kita. Amanah Allah itu ialah WUJUD KITA YANG KASAR ( Jasad ) dan Yang Menanggung Amanah itu ialah WUJUD KITA YANG BATIN yakni Nyawa dan YANG MENGAMANAHKAN itu ialah ZAT ALLAH.



Adapun SYARAT Memulangkan Amanah Allah itu ialah tatkala kita mengatakan ALLAH itu tarik nafas kita dari dalam FUAD hingga sampai kealam QUDDUS. Alam itu UBUn UBUN dan makam KAB FUSAIN yaitu antara dua bulu kening.



Maka kita tahankan hingga kuat sekalian alam kita merasa hapus wujud kita yang kasar kepada wujud kita yang batin – hapus wujud yang batin kepada ZAT SEMATA-MATA kepada suhud kita.



Maka hapus dan karamlah sekalian SIFAT BASRIAH dalam lautan BAHRUL QADIM hingga nyata Sifat laut semata-mata yaitu Laut Alam Allah. Maka katakanlah ALLAH HU AKBAR . telah fana’ sekalian kelakuan dan diri kita maka nyatalah BAQA’ keadaan ZAT Tuhan semata-mata. Inilah dikatakan SUHUD sehingga sampai kepada SALAM.



Adapun SUHUD itu ertinya PANDANG MATA HATI erti Mata Hati ialah pengetahuan Nyawa. Alam Nyawa itulah sebenar-benarnya IMAN.



Inilah SIRRULLAH yaitu cahaya Alam Ilmu ZAT ALLAH yang tiada huruf tiada suara Wujud Mutlak yakni Wujud Zat Wajibul Wujud.



Dengan ini Jasad kita KAMIL dengan Nyawa kita dan Nyawa Kamil Mukamil dengan ZAT ALLAH





DALIL NAQLI – AYAT AL-QURAN



Telah ada Aku dalam dirimu – betapa tidak kamu lihat ?











SIFAT MAANI & SIFAT MAKNUYAH

A DAERAH KITA MENGENAL DIRI YANG KASAR

ADAM = JASAD YANG KASAR



a. HIDUP Jasad dengan hidup Nyawa

b. TAHU Jasad dengan tahu Nyawa

c. BERKUASA Jasad dengan berkuasa Nyawa

d. BERKEHENDAK Jasad dengan kehendak Nyawa

e. MENDENGAR Jasad dengan mendengar Nyawa

f. MELIHAT Jasad dengan melihat Nyawa

g. BERKATA Jasad dengan berkata Nyawa







B DAERAH KITA MENGENAL DIRI KITA YANG BATIN

MUHAMMAD = NYAWA INSAN



a. HIDUP Nyawa dengan HAYAT Tuhan

b. TAHU Nyawa dengan ILMU Tuhan

c. BERKUASA Nyawa dengan KUDRAT Tuhan

d. MENDENGAR Nyawa dengan SAMA’ Tuhan

e. MELIHAT Nyawa dengan BASAR Tuhan

f. BERKEHENDAK Nyawa dengan IRADAT Tuhan

g. BERKATA Nyawa dengan KALAM Tuhan











PANDANG WUJUD YANG ESA PADA WUJUD YANG BANYAK

ZIKIRNYA HU ALLAH
Adapun Allah itu banyak namaNya kerana Nama Allah yang menjadikan Alam dengan limpah Sifat Sifat diatas. Oleh itu Alam ini ialah Hakikat ZAT YANG ESA.





DALIL DALIL AL-QURAN



WALLAH HU MUHITHU LIL ALAMIN

Adapun Allah itu MELIPUTI sekalian Alam



LA TATA HAR RAKU ZAR RATUN BI IZ NILLAH

Tiada bergerak sesuatu walau sebesar zahrah sekalian melainkan dengan IZIn Allah

WA LA HAU LA WALA QUWWA TA ILLA BILLAH

Tiada DAYA UPAYA melainkan dengan KUDRAT Allah



FA IN NA MA TAL WAL LAU AF SII HIM WAJ JAHULLAH

Dimana kamu hadapkan wajahmu disitu Wajah Allah



Barang kamu pandang pada ini hingga sampai yang menjadikan janganlah terhenti pandang kamu pada sekalian itu hingga sampai kepada yang Menjadikan yaitu ZAT WAJIBUL WUJUD



Jika kamu pandang keadaan diri kamu hendaklah kamu pandang dengan HAYAT Tuhanmu. Jika kamu pandang pengetahuanmu hendaklah kamu pandang ILMU Allah. Apabila kamu pandang kuasamu hendaklah kamu pandang KUDRAT Allah. Begitulah seterusnya dengan pancaindera kamu dan Sifat Sifat MAANI Allah yang lain.



Jika tidak demikian halnya sia sialah pandangan itu dan DERHAKA kamu terhadap Tuhan kamu







ALLAH - NIAT – AHDAH – WAHDAH – WAHIDIAH

ALLAH – Alif - Lam –Lam- Ha



ALIF itu AHDIAH ZAT



LA TAAYUN pun ia SIRRULLAH pun ia juga. Inilah ASAL NIAT yang tiada huruf dan tiada suara. Inilah USALLI SOLAT artinya Aku Solat Sifatnya NAFSI WUJUD



Adapun ALIF itu dalil menyatakan FARDHU . Inilah maknanya ZAT mertabat INSAN dan AHADIAH. Dengan kebesaran ALIF ini maka jadilah LAM yakni dengan kebesaran dan kekayaan SIFAT ZAT ertinya ESA pada pihak TANZIL.



LAM AWAL = ALIF DIATAS



Adapun ALIF DI-ATAS itu dalil menyatakan SIFAT huruf ALIF diatas. Maka jadilah LAM AWAL maknanya SIFAT SEMATA-MATA mertabatnya WAHDAH yakni TA’AYUN AWAL ertinya NYATA YANG PERTAMA yakni TAJALLI SIFAT ALLAH menjadi NUR MUHAMMAD – AIN SABITAH – WUJUD IDHAFI – INSAN KAMIL pun ia juaga menanggung namaNya ALLAH. Inilah asal FARDHU yang sebenarnya yakni SIFAT MAANI.



LAM AKHIR = ALIF DIBAWAH



Adapun Alif Di-bawah itu dalil menyatakan ASMA’NYA. Huruf Alif dibawah menjadi LAM AKHIR maknanya ASMA’ mertabat WAHIDIAH yang bernama ALLAH yakni TA’AYUn THANI ertinya NYATA YANG KEDUA maka Tajallilah RUH ADAM dengan kebesaran , kelimpahan Ruh inilah menjadi Tubuh Adam daripada huruf Alif Di-Atas.



Maka huruf ini maknanya Zat Alif Di-Atas maka jadilah LAM AWAL maknanya Sifat Alif dibawah. Maka jadilah LAM AKHIR maknanya ASMA’ ALIF didepan. Maka jadilah maknanya AFAL . Maka 4 huruf itu empat Sifat Alif Lam Lam Ha







ALLAH HU AKBAR

ALLAH – ( Alif – Lam – Lam – Ha ) – Empat Sifat



ALIF = ZAT

LAM AWAL = SIFAT

LAM AKHIR = ASMA’

HA = AF’AL



AKBAR – ( Alif – Kaf – Ba – Ra )



ALIF = KAHAR

KAF = JAMAL

BA = JALAL

RA = KAMAL



ALLAH = GHAIBUL GHUYUB



ALIF = LA TA’AYUN = MERTABAT ZAT

LAM AWAL = TA’AYUN AWAL = NUR MUHAMMAD = RUH

LAM AKHIR = TA’AYUN THANI = MERTABAT ADAM = NYAWA

HA = MERTABAT TUBUH = JASAD



ZAT DIRI YSNG BERDIRI SENDIRI .Wujudnya di Alam LAHUT. Zikirnya AH ( Alif Ha ) AH . Ilmunya KAMAL YAKIN



SIFAT DIRI DENGAN ZAT. Wujudnya Alam JABARUT. Zikirnya HU HU. Ilmunya HAQ QUL YAKIN



ASMA’ DIRI YANG TERPERI. Wujudnya di Alam MALAKUT. Zikirnya ALLAH 3 x . Ilmunya – ILMU YAKIN



AF’AL DIRI YANG TAJALLI. Wujudnya diAlam SAHADAH. Zikirnya LA ILA HA ILLALLAH. Ilmunya – ILMU YAKIN.



Jelaslah kewujudan itu sebagai PENZAHIRAN KEBESARAN diriNya.



Dengan wujud itu terzahir pula segala KEINDAHAN JAMAL Allah namanya. Lantas terzahir pulalah CAHAYANYA yang menerangi segala Keindahan itu JALAL ALLAH namanya dengan KEAGUNGAN itu sempurnalah sudah sebagai Kenyataan ALLA HU AKBAR.



DARI ... Manuskrip ILMU & MAKRIFAT TOK GURU PERAMU -

ENTRI KEENAM BELAS ( 16 – TERAKHIR. )







HAKIKAT FATIHAH................

Ia Menyatakan DIRI





BISMILLAH..............



Menjadi ia diriNya AR-RAHMAN itu Ya Muhammad , engkau jua keadaan YA RAHIM itu. Ya Muhammad engkaulah kekasihKu. Tiada yang lain.



ALHAMDULULLAH.......



Ya Muhammad yang membaca Fatihah itu Aku. Yang memuji itu pun Aku. Alhamdulillah itu Ya Muhammad Solatmu ganti SolatKu tempat memuji DiriKu sendiri.



RABBUL ALAMIN................



Rabbul Alamin itu Aku Tuhan Sekalian Alam.



AR RAHMAN – AR – RAHIM...........



Ya Muhammad yang membaca Ftihah itu Aku yang Memuji itu pun Aku juga.



MALIKIYAU MID DIIN..............



Ya Muhammad Aku Raja Yang Maha Besar...engkaulah kerajaannya.



IYYA KANA’ BUDU................



Ya Muhammad yang solat itu Aku. Aku memuji DiriKu Sendiri..



WA IYYA KAA NAS TAA IIN....



Ya Muhammad tiada kenyataanKu jika engkau tiada...



IH DI NAS SII RATAL MUSTAAQIM...



Ya Muhmammad Awal dan Akhir itu Aku



SIRATAL LAZI NA AN AM TA ALAI HIM..



Ya Muhammad sebab Aku sukakan engkau ialah engkau itu kekasihKu.

GHAI RIL MAGHDU BI ALAI HIM..



Ya Muhammad Aku jadi Pemurah padamu kerana engkau itu kekasihKu



WA LAD DHAL LIN...



Ya Muhammad jika tiada Aku maka tiadalah engkau..



AMIN..



Ya Muhammad Rahsiamu itu Rahsia Aku.



Yakni yang disembah itu tiada suatu juapun didalamnya melainkan Tuhanku. Maka apabila Solat ghaiblah didalamnya . Apabila ghaib ESA-lah ia dengan Tuhannya.



Yang Solat itu tiada dengan lafaz dan maknanya dengan citarasa yang solat amat rapat kepada Zat Yang Esa dengan kata ALLA HU AKBAR.



Maka barangsiapa masuk didalam Solat tiada SERAH Tubuh dan Nyawa-nya maka kekallah Sifat dengan Tuhannya – tiada mengesakan dirinya dengan Tuhannya. Sabda Nabi saw :-



Tatkala kamu Takbiratul Ihram membuangkan lafaz dan makna melainkan Wujud Mutlak semata-mata.

Thursday, December 1, 2011

Kitab Tok Ku Paloh

Nizzam Shahiibul-KaribbBICARA TASAUF - SIFAKIR ( BTF )
Dari kitab Arwah Tok Ku Paloh untuk renungan kita bersama.....

Bismillah Hirrohman Nir Rohim.
~ Adapun syariat itu kenyataan Af’al Allah.
~Adapun Thariqah itu kenyataan Asma’ Allah.
~Adapun Hakikat itu kenyataan Sifat Allah.
~Adapun Makrifat itu kenyataan Zat Allah.

Soalan-
Syariat,tarikat,hakikat dan makrifat itu dimana tempat pada diri kita??
Jawab:
~Adapun syariat itu nyata pada tubuh kita.
~Adapun tarikat itu nyata pada hati kita.
~Adapun hakikat itu nyata pada nyawa kita.
~Adapun makrifat itu nyata pada rahsia kita dan bahawasanya:-
~Tubuh itu kenyataan Af’al Allah.
~Hati itu jadi kenyataan Asma Allah.
~Nyawa itu jadi kenyataan Sifat Allah.
~Rahsia itu jadi kenyataan Zat Allah.

Soalan-
Syariat,tarikat,hakikat dan makrifat itu kejadian daripada apa?
Jawab:-
~Adapun kejadian syariat itu daripada air.
~Adapun kejadian tarikat itu daripada angin.
~Adapun kejadian hakikat itu daripada bumi ( Tanah )
~Adapun kejadian Makrifat itu kejadian daripada terang api.

Soal-
Syariat itu kejadian daripada air,adakah air sungai,air hujan,laut,telaga atau lain2 lagi?
Jawab:-
Adapun yang dikatakan syariat itu daripada air bukan seperti air yang tersebut
itu,sebenarnya ialah Nur Muhammad.

Soal-
Tarikat itu kejadian daripada angin,adakah angin bertiup-tiup atau angin
utara,selatan,timur,barat atau sebagainya??
Jawab:-
Adapun Tarikat itu dikatakan daripada angin tidak sebagaimana angin yang tersebut
diatas itu,Sebenarnya ialah Nafas Muhammad.

Soal-
Hakikat itu kejadian daripada tanah. Adakah tanah seperti tanah liat,tanah bukit,kuning
pasir dan lain lain lagi?
Jawab:-
Adapun hakikat itu dikatakan tanah,bukan seperti tanah yang tersebut,sebenarnya ialah
Tubuh Muhammad.

Soal-
Makrifat itu kejadiaan daripada terang api,adakah seperti matahari,bulan,api biasa atau
lampu atau api elektrik?
Jawab:-
Sebenarnya bukan seperti api yang tersebut,Sebenarnya ialah darah Muhammad.

~Adapun kejadian diri kita yang zahir ialah asalnya 4 anasir iaitu
tanah,air,api &angin,maka keempat2 itu asalnya 1 jua iaitu asal tanah air,asal air angin,asal angin api,dan asal api itu ialah Nur Muhammad dan Nur Muhammad itu pula Nur Allah.

Adapun diri yang zahir itu kepada kita seperti berikut dibawah ini:-
~Bermula tanah itu menjadi daging pada kita.
~Air itu menjadi tulang pada kita.
~Angin itu menjadi urat pada kita.
~Api itu menjadi darah pada kita.
Maka masing2 ini kerjanya didalam sembahyang.

Soal-
Tanah,air,api dan angin itu apa kerjanya di dalam sembahyang?
Jawab:-
~Adapun Af’al api itu berdiri didalam sembahyang.
~Adapun af’al angin itu rukuk didalam sembahyang.
~Adapun af’al air itu sujud didalam sembahyang.
~Adapun tanah itu duduk di dalam sembahyang.

Maka keempat2 itu dinamakan dia jasmani ertinya tubuh yang zahir.
Adapun nyawa jasmani itu rohani,maka yang bernama rohani itu tubuh Muahammad
hakikat,kerana tubuh Muhammad itu tiada bercampur dengan keempat2 anasir itu,hanya
semata2 tubuh Muhammad itu rohani.

Soal-
Apa nama tubuh kita apa nama nyawa kita?
Jawab:-
Adapun tubuh kita bernama jasmani dan nyawa kita bernama rohani, maka yang bernama
rohani itu lah tubuh Muhammad, sebab itulah kita beroleh bangsa daripada tubuh
Muhammad,maka tiap2 sesuatu yang dibangsakan dengan tubuh Muhammad itu
diharamkan atas api neraka,dan sebab itulah maka tiada boleh meninggalkan sembahyang
5 waktu,nescaya putuslah bangsa itu melainkan sebangsa dengan binatang jua adanya.

Sabda Nabi SAW
Barang siapa keluar masuk nafasnya dengan tiap2 keluar masuk dengan tiada zikir
Allah,maka sia sialah ia.
Bermula nafas itu atas 2 langkah-satu naik-kedua turun,maka tatlaka naik itu sampai
kepada tujuh petala langit maka berkata ( Wan Nu rul yajri ilal ardhi pakhola Huwallah )
Dan tatkala turun sampai kepada tujuh petala bumi maka nafas nabi itu puji Allah,tatkala
masuk nafas itu namanya puji HU. Tatkala ia berhenti seketika antara keluar dan masuk
nafas namanya puji AH-AH,dan ia tidur atau mati nafas HAKH dalam,maka ingatlah
olehmu akan memelihara nafas itu,dengan menghadirkan makna ini sentiasa,didalam
berdiri,duduk dan diatas barang yang diperbuat hingga memberi bekas pada sekelian
badan dan limpahlah segala anggotanya,maka apabila tetaplah tilik hatimu maka jadilah
anggota hidup didalam 2 negeri yakni dunia dan akhirat dan bahagiakan Allah baginya
pintu selamat sejahteralah ia didalam dunia dan akhirat dianugerahkan Allah Taala
mereka itu sampai kepada martabat segala nabi dan segala muslimin dan mengharamkan
Allah Taala tubuh nya dimakan api neraka dan badan pun tidak dimakan tanah didalam
kubur,maka engkau tetaplah dengan hati wahai saudaraku pada hal jangan engkau
daripada orang yang lupa.Mudah mudahan dibahagikan Allah Taala atasmu,dengan
bersedapan hingga sampai kepada ajal kamu.
Adapun Nafas kita keluar masuk pada sehari semalam iaitu pada siang 12000 dan pada
malam 12000,Inilah bilangan jam sehari semalam 24 jam iaitu pada siang 12 jam malam
12 jam.Demikianlah juga huruf Kalimah La Ilaha Ilallah dan huruf Muhammad
Rasullullah masing2 mempunyai 12 huruf berjumlah semua 24 huruf semuanya.
Maka barangsiapa mengucap dengan sempurna yang 7 kalimah ini nescaya ditutup Allah
Taala pintu neraka yang 7 juga.
Barangsiapa mengucap yang 24 huruf ini dengan sempurna nescaya diampun Allah Taala
dosanya yang 24 jam,inilah persembahan kita kepada tuhan kita yang tiada berkeputusan
yang dinamai sembahyang Daim dan Puasa itu melakukan nafsu batin dan zahir.

Sabda Nabi SAW
( Ana min Nurrullah wal alami Nurri )
Ertinya- Aku daripada Allah dan sekelian alam daripada aku,
sebab itulah dikatakan ( Ahmadun Nuril Arwah ) ertinya-Muhammad itu ibubapa sekelian arwah dan dikatakan (Adam Abu Basar ) ertinya- Bapa sekelian tubuh.

Adapun yang dikatakan sebenar benarnya fardhu itu ialah nyawa,kerna nyawa itu
memerintah kepada badan kita,jikalau digerak Allah nyawa itu bergeraklah badan kita.
Adapun Awal Muhammad itu Nurani. Akhir Muhammad itu Rohani. Adapun zahir Muhammad itu Insani.
Adapun Batin Muhammad itu Rabbani.
Adapun awal Muhammad itu nyawa oleh kita.
Adapun akhir Muhammad itu hati kepada kita.
Adapun zahir Muhammad itu rupa oleh kita.
Adapun batin Muhammad itu ujud oleh kita.
Adapun yang bernama Allah itu sifatnya.
Adapun yang bernama Sebenar-benar Allah itu zat wajibal Ujud
Adapun yang bernama insan itulah nyawa.
Adapun yang sebenar-benar insan itu manusia yang tahu berkata-kata adanya.
Maka inilah suatu risalah yang tersimpan daripada perkataan usul takhlik jalan segala
orang yang mengenal Allah Taala.
Soal-
Tatkala manakah ia bernama ‘ HU’ dan tatkala manakah ia bernama ‘ Allah ‘ dan
tatkala manakah ia bernama ‘ Rahman ‘.
Jawab:-
Tatkala ‘La Takyin’ tiada nyata ia bernama ( HU ) dan tatkala ‘La Takyin’ Awal
nyatanya ia bernama ( Allah ) dan tatkala ‘La Takyin’ Sani kenyataan ia bernama
( Rahman )

Soal-
Akan La Takyin itu martabat apa dan Takyin awal martabat apa dan Takyin Sani itu
martabat apa?
Jawab:-
Adapun La Takyin itu martabat zat mutlak dan akan Takyin awal itu martabat
zat( Muqaiyyid pertambatan) dan akan takyin sani itu Sifat ( Muqaiyyid )

Soal-
Mana yang bernama zat mutlak dan mana yang bernama zat Muqaiyyid dan mana yang
bernama Sifat Muqaiyyid?
Jawab:-
Adapun yang bernama Zat Mutlak iaitu (Qaibal Quyub) atau lenyap.Maka zat Muqaiyyid
itu Muqaiyyid dengan sifat dan asma dan Muqaiyyid dengan alam ini.

Soal-
Apa sebab 3 martabat itu dikatakan oleh pendita,tiada ia kepada baharu ujud?

Jawab:-
Kerana martabat yang 3 itu sebab ia ketuhanan hak Taala daripada ujudnya dengan
cahaya dan jauhar dan a’rad supaya jangan sama.

Soal-
Betapa beza hakikat Muhammad dengan Hakikat Insan?
Jawab:-
Adapun Hakikat Muhammad dengan Insan itu umpama sumbu maka ada nyala di hujung
sumbu itu,demikian juga hakikat Muhammad dengan Insan,maka yang lain itu hakikat
Allah maka sempurnalah hakikat Makrifat diri kita dengan dia.

Soal-
Ahdiat,Wahdah,Wahdiat itu ketuhanan kepada Allah??
Jawab:-
Satu ketuhanan zat,kedua ketuhanan sifat,ketiga ketuhanan Af’al asma’

Soal-
Akan alam roh,alam misal,alam ajsam,alam insan,apa kepada Allah Taala?
Jawab:-
Adapun alam roh,alam misal,alam ajsam dan alam insan itu rohul Qudus kerana ia
teladan segala hakikat.

Soal-
Apa martabat Rohul Qudus??
Jawab:-
Bayang hak Allah kerana Pusaka ia yang Asa

Soal-
Apa pusaka mutlak atau pusaka zat Muqaiyyid?
Jawab:-
Iaitu pusaka zat mutlak pandangan zat Muqaiyyid kerana 2 tilik,
1) Tilik keatas maka iaitu Mutlak
2) Tilik kepada Ujudnya iaitu zat Muqaiyyid

Soal-
Apa martabat Muhammad itu kepada kita tilik kita?
Jawab:-
Adapun martabat Muhammad itu kepada kita Roh Idofi dan akan kita Sir Qalbi.

Soal-
Muhammad itu apa kepada Allah dan apa kepada insan?
Jawab:-
Adapun akan Muhammad tilik takyin kepada Allah Taala khatam isyarat kepada kita.

Soal-
Betapa isyarat kepada kita? ( Makfirat )
Jawab:-
Adapun isyarat makrifat itu kepada kita atas 4 hal:-
1) Musyahadah
2) Murakhobah kita
3) Muqarannah
4) Muqabalah
Inilah pekerjaan yang dikerjakan oleh ulamak.

Soal-
Apa sebab dinamakan dengan Musyahadah,Muraqobah,Muqaranah,Muqabalah?
Jawab:-
Adapun sebab itu kerna ia menghasilkan zikir kepada rahsia yang mengzahirkan Baqa
maqam rahsia.

Soal-
Muhammad itu apa ia kepada Allah dan Allah itu apa ia kepada Muhammad?
Jawab:-
Adapun Muhammad itu sifat Allah dan Allah itu zat kepada Muhammad.

Soal-
Hakikat Muhammad itu apa ia dan insan apa ia?
Jawab:-
Adapun sebenarnya diri itu sifat Muqaiyyid ialah yang dinamakan ‘ Akyan Sabitah’
maka Akyan Sabitah itu Hak Allah Taala disempurnakan dengan Hak Allah.

Soal-
Apa dinamakan Hak Taala itu?
Jawab:-
Adapun yang dinamakan Hak Taala yang tiada betapa dan tiada meminta.Inilah
sebenarnya Hak Taala tiada baginya peri,maka hak Taala ( Peri yang maha tinggi )

Soal-
Betapa hak kita kepada Allah Taala?
Jawab:-
Adapun hak kita kepada Taala itu bayang kepada haknya adapun hak kita serahlah akan
bayang-bayangnya.

Soal-
Maka hak itu pula apa kepada kita?
Jawab:-
Apapun hak itu kepada kita zat sekali2.

Soal-
Betapa dikatakan oleh segala ahli hakikat hak Taala itu tuhan kita?
Jawab:-
Sebab dikatakan itu kerana tatkala menilik dirinya menjadi tubuh insan kerana inilah
pihak dikatakan ia tuhan dan pihak ujudnya dikatakan zat.

Soal-
Adakah zat itu berzat pula kepada hakikat Muhammad itu adakah ia berzat?
Jawab:-
Adapun hakikat Muhammad itu hakikat Allah itulah sekali2 ditilik.

Soal-
Apa sebab maka segala insan itu termulia kepada Allah daripada yang dijadikan?
Jawab:-
Adapun manusia termulia dari kerana Rohul Quddus.Inilah dimuliakan Allah Taala.

Soal-
Roh Quddus itu nyawa siapa?
Jawab:-
Adapun roh Quddus itu nyawa Muhammad dan hakikat insan ia,maka sekelian itu ialah
memerintah sekelian isi langit dan bumi.

Soal-
Apa yang nyata Muallim itu?
Jawab:-
Adapun yang nyata di dalam Muallim itu Roh Idofi iaitu cermin yang suci.

Soal-
Apa sebab Roh Idofi itu dinamakan cermin yang maha suci.Dan ditaksilkan dengan
cermin yang maha suci?
Jawab:-
Adapun roh idofi itu ditaksilkan cermin kerana ia nyata bayang2 yang didalam cermin
sebab itulah maka dinamakan cermin.

Soal-
Apa sebab roh Quddus bayang2 Hak Taala?
Jawab:-
Kerana inilah maka dikatakan ia nyawa Muhammad iqtiqad Ulama’.

Soal-
Kerana apa hak Taala itu nyawa kepada insan?
Jawab:-
Kerana teladan ujudnya Hak Taala serupa dengan ujudnya yang berujud insan itu,tetapi
dia dialam bahawa alam tiada berupa.Inilah dikatakan serupa tiada lain yang diserupakan
kerana harus pada akal dan lafaz mengatakan:-
“Nutasabiha wa pairi mutasabih”

Soal-
Ujud yang mana serupa dengan insan itu,Ujud Mutlak atau Ujud Muqaiyyid?
Jawab:-
Adapun ujud yang serupa dengan insan itu ujud Muqaiyyid jua.

Soal-
Yang mana dinamakan Ujud Muqaiyyid itu?
Jawab:-
Inilah Ujud Allah Taala hakikat ujud insan yang dinamakan Muqaiyyid itu kerana ialah
pertambatan hak Taala

Soal-
Apa sebab hak Taala dikatakan oleh segala ahli hakikat dan segala ahlillah insan itu hak
Taala?
Jawab:-
Kerana mengzahirkan akan dirinya kepada insan sifat Allah,Itulah sebab dikatakan itu.

Soal-
Adakah hakikat bertakyin itu sampai ‘Makrifat’ insan itu kesana atau tiadakah?
Jawab:-
InsyaAllah Taala.Mudah mudahan dikurniai hal keadaan yang demikian.
Ketahuilah olehmu hai orang yang menuntut ilmu, jangan syak wasangka.Seperti kata
Ahdah zat,Wahdah sifat Allah,Wahdiat Asma’ Allah,alam roh,alam misal,alam
ajsam,alam insan itu af’al Allah dan af’al Allah itu tubuh pada kita.Asma Allah itu hati
pada kita,Sifat Allah itu nyawa pada kita dan zat Allah itu Sirr pada kita yakni rahsia
pada kita.
Adapun Sirr itu pada kita tempat tajali zat Allah roh pada kita tempat tajali sifat Allah
hati pada kita etmpat Tajali Asma’ Allah, tubuh pada kita tempat tajali Af’al Allah
Adapun sempurna niat tiada diatas tiada dibawah tiada dikanan tiada dikiri tiada
dibelakang tiada dihadapan.
Ertinya:- Asa kan sama dengan akalmu lenyapkan badanmu dengan nyawamu,pejamkan
pandanganmu mata disana,lumatlah rupamu ertinya barang siapa menghasilkan kata
empat itu didalamYakni fikirannya.Nama ( Khassa khass )

Diri Batin:-
Adapun diri yang batin itu iaitu nyawa daripada anasir yang batin iaitu ujud,ilmu nur
suhud yang dinamai ia insan hakikat.Adapun diri kita yang zahir itu umpama sebuah
perahu diperintah oleh nahudanya.Masing2 perahu masing2 nahudanya.
Adapun 7 sifat itu ialah Hayat,Ilmu,Kudrat,Iradat,Samak,Basar,Kalam maka yang 7 sifat
dikurniakanAllah Taala kepada nyawa kita supaya kuasa ia memerintah tubuh kita itu
kerana bahawa tubuh kita itu semata-mata wayang kulit tiada mempunyai perintah
melainkan dengan perintah Dalang.Dan adalah nyawa itu umpama pesawatnya kerana
dalang itu jika tiada pesawat nescaya tiada zahir hikmat dalang itu maka jangan lah
terhenti memandang pesawat itu( Makrifat yg sebenar2 nya.)
Kerana itu tiada bercerai dalang dengan wayang dan wayang tiada bercerai dengan
dalang jikalau bercerai nescaya binasa wayang itu tiada berketahuan lagi.Demikianlah
keadaan hamba dengan tuhan sentiasa tiada bercerai daripada azali datang kepada Abda.
Inilah pasal menyatakan sembahyang dan mengetahui asal sembahyang dan mengetahui
segala Fardhu sembahyang.

Soal-
Jika ditanya orang sembahyang itu dengan solat,satu namakah atau berbeza?
Jawab:-
Adapun pada pihak lafaznya itu berbeza tetapi pada pihak maknanya satu jua.Tetapi yg
dinamakan solat itu penerimaan adapun dinamai sembahyang itu pada pekerjaan yg zahir.

Soal-
Jika ditanya orang apa asalnya Subuh 2 rakaat,zohor 4 rakaat,asar 4 rakaat,maghrib 3
rakaat dan isyak 4 rakaat?
Jawab:-
Adapun sembahyang subuh itu 2 rakaat kerana kenyataan zat dan sifat.Sembahyang
Zohor 4 rakaat kerana Tajali Tuhan itu 4 perkara iaitu
Hayat,Kudrat,Ilmu,Iradat,Sembahyang Asar 4 rakaat kerana asal Adam itu 4 martabat
iaitu Tanah,air,api,angin.Dan sembahyang maghrib 3 rakaat kerana 3 perkara
Ahdah,Wahdah,Wahdiyat ertinya (Allah,Muhammad,Adam ) dan sembahyang Isyak 4
rakaat iaitu ( Di,Wadi,Mani,Maknikam )

Soal-
Jika ditanya orang kepada kita sembahyang itu apa faedahnya kepada kita yang
mengerjakan dia itu dan apa kehendak kita?
Jawab:-
Adapun disuruh kita sembahyang itu iaitu tiada memberi manfaat kepada Allah Taala dan
tiada mengambil faedah atasnya.Adapun faedahnya sebab kita mengerjakan sembahyang
itu sebab kita sebenar2 hamba lagipun kita mengaku akan Allah Taala itu Tuhan yang
sebenar2nya lagi Asa ia zatnya,sifatnya,Af’alnya,iaitu seperti firman Allah didalam Al-
Quran:-
(Alastu Birobbikum Kholu Bala )
Ertinya- Bukankah aku tuhanmu,maka sembah segala zuriat(engkaulah lah tuhan kami )
Maka hendaklah kita sembahyang itu dengan ikhlas,ertinya tiada sebab berkehendak
syurga dan sebab takut akan neraka hanya kita ini martabat kehambaan maka Allah itulah
tuhan kita yang sebenar2nya jika tiada demikian itu nescaya berdosalah kita dengan tuhan
kita.

Soal-
Berdiri didalam sembahyang itu apa asal?
Jawab:-
Bermula berdiri itu daripada api asalnya.Rukuk itu angin asalnya.Sujud itu Air
asalnya.Duduk itu Tanah asalnya.

Soal-
Api,angin,air,tanah itu apa pada kita?
Jawab:-
Adapun api itu nyawa kita,angin itu jadi nafsu kita,air itu jadi darah kita,tanah itu jasad
yakni badan kita.

Soal-
Berdiri itu perbuatan apa,rukuk itu perbuatan apa,sujud itu perbuatan apa,duduk itu
perbuatan apa?
Jawab:-
Adapun berdiri itu kebangkitan pada nyawa,rukuk itu kebangkitan pada nafsu,sujud itu
kebangkitan pada darah dan duduk itu kebangkitan pada jasad kita
Inilah af’al nabi SAW.Rasullullah kepada Abu Bakar,Omar,Osman,Ali ( Radiallah )
maka sabdanya barang siapa mengetahui Tajali waktu ini maka sempurnalah sembahyang
dan makrifatnya.Dan jika tiada diketahui maka tiada sah sembahyang dan
makrifatnya.Maka inilah yang bernama Fardhu.Maka inilah yang asal fardhu dan juga
inilah Tajali waktu maka sembah Ali Ya Junjunganku.Apa sebab Subuh 2 rakaat,zohor 4
rakaat,asar 4 rakaat,maghrib 3 rakaat dan isyak 4 rakaat.Maka sabda nabi,Ya Ali,Subuh 2
rakaat kenyataan zat dan sifat,waktu zohor 4 rakaat kerana tajali Tuhan 4 perkara
Ujud,Ilmu Nur,Suhud.Waktu Asar 4 rakaat kerana 4 perkara,Tanah,air,api,angin.Waktu
maghrib 3 rakaat kerana tajali 3 perkara Ahdah,Wahdah,Wahdiat ertinya
Allah,Muhammad,Adam(Zat,Sifat,Af’al).Waktu Isyak 4 rakaat kerana tajali Hamba itu 4
perkara ( Di,Wadi,Mani,Maknikam ).

Soal-
Jika ditanya orang mana asal sembahyang itu?
Jawab:-
Adapun asal sembahyang itu ( 4 ) Tanah,air,api,angin.

Soal-
Jika ditanya orang apa perbuatan sembahyang itu?
Jawab:-
1) Kiyam yakni berdiribetul
2) Rukuk
3) Sujud
4) Duduk iaitu yakni tetap.
Maka kiyam itu yakni berdiri betul iaitu af’al api,kerana api menyala betul berdiri.
Rukuk itu pula af’al angin kerana angin itu condong betul.
Sujud itu af’al air kerana air itu menolak kebawah dan duduk pula af’al tanah kerana
tetap dibawah.

Soal-
Jika ditanya orang 5 waktu itu keluar daripada apa?
Jawab:-
Bermula 5 waktu itu keluar daripada Alif,Lam,Ha,Mim,Dal.( 5 huruf )

Soal-
Jika ditanya orang 5 waktu keluar dari apa,Zohor,asar,maghrib,isyak?
Jawab:-
Adapun waktu zohor itu daripada huruf ( Alif )Asar itu daripada huruf ( Lam ),Maghrib
itu dari huruf ( Ha ),Isyak itu dari huruf ( Mim ) waktu subuh pula dari huruf ( Dal ).

Soal-
Jika ditanya orang apa sebab bacaan waktu zohor dan asar tidak dinyaringkan dan apa
sebab waktu maghris,isyak,subuh bacaan dinyaringkan?
Jawab:-
Sebab waktu zohor keluar dari huruf ( Alif ).Waktu Asar keluar dari huruf ( Lam ) maka
huruf alif dam huruf lam keluar daripada lafaz nama Allah.Kerana Alaah Taala tiada
bertakyin kerana batin adanya.Maka sebab itulah sembahyang zohor,asar itu
disembunyikan yakni tiada dinyaringkan.Adapun waktu maghrib,isyak,subuh itu
dinyaringkan kerana waktu yang 3 itu keluar daripada huruf ( Ha,Mim,Dal )kerana 3
huruf ini huruf Muhammad ( SAW )
Kerana Muhammad itu tuhan takyin dan segala takyin itulah mengzahirkan nama Allah
dan takyin itulah juga menyatakan zat,sifat,af’al daripada nyatanya.
Itulah sebab sembahyang maghrib,isyak,subuh dinyaringkan,kemudian disembunyikan
segala takyin itu daripada takyin.Maka kembalilah kepada takyin seperti sabda nabi(Alan
Kama) kata takyin sekarang pun dahulu jua tiada bertakyin juga.Kerana zahir itu kembali
kepada yakin pertamanya.Maka kita bertafakur kemudian disunyikan,barangsiapa tahu
akannya hakikat yang demikian,maka tahulah ia akan hakikat sembahyang.Sekian
adanya.

Bismillahhirrohmanirrohim
Ini pasal menyatakan kiblat orang sembahyang itu 3 perkara:-
1) Kiblat tubuh
2) Kiblat hati
3) Kiblat nyawa

1) Adapun kiblat tubuh itu atau kiblat dada itu kaabah,maka segala orang yang
sembahyang hendaklah mengadapkan kiblat ini.Jikalau tiada kiblat ini maka tiada
sah sembahyangnya.Maka hendaklah dadanya,segalanya
anggotanya,urat,daging,darah,tulang semua segala anggotanya sebab difardhukan
oleh Allah Taala segala orang islam mengadapkan dia maka sah sembahyangnya.

2) Kiblat Hati:-Adapun kiblat hati itu kepada tuhan Kaabah Allah maka hendaklah
kita iktikadkan Allah Taala tiada dikanan,tiada dikiri,tiada dihadapan,tiada
dibelakang,tiada diatas,tiada dibawah bahkan tiada ditentukan disuatu tempat ia
jua melainkan meliputi alam selian ( Ahadon Shomadan ) seperti firman Allah
( Wallahhumuhithom Anil alamin ) ertinya-Allah meliputi alam sekelian.Firman
Allah lagi ( Wahuwa ma’akum A’innama Kuntum ) ertinya-Allah jua suatu kata
barang dimana saja kamu berada adalah tuhan kamu,jikalau demikian itu nyata
bahawa Allah itu tiada ditentukan akan tempat kepadanya.Suatu tempat tetapi ia
hadir jua.Maka keadaan demikian itu iktikad kita inilah yang dikehendaki hati
kita.

3) Kiblat nyawa:-Adapun kiblat nyawa itu pula sentiasa ia tiada bercerai dengan tuhannya
kerana anugerah oleh tuhannya.7 sifat iaitu hayat dihantarkan kepada nyawa kita maka hiduplah
dengan yang hidup maka dihantar pula ilmu kepad

Hati kita maka tahulah kita dengan yang tahu,maka dihantar pula kudrat kepada
anggota kita maka kuasalah kita dengan kuasanya,maka dihantar pula iradat
kepada nafsu kita jadi berkehendaklah kita yang berkehendaknya.Maka dihantar
pula Samak kepada telinga kita maka mendengarlah kita dengan yang
mendengarnya,maka dihantar pula Basar kepada mata kita maka melihatlah kita
dengan melihatnya maka dihantar Kalam kepada kita maka berkata-katalah kita
denagn berkata-katanya.Maka ditakyinkan kepada iktikad kita yang berkata-kata
inilah Allah Taala.Apabila engkau ketahui hal yang demikian maka hendaklah
engkau ketahui fanakan dirimu itu segala perbuatanmu itu didalam Af’al Allah
semata-mata maka hapuslah,karamlah,lenyaplah sifat itu didalam sifat
Allah.Maka sifat Allah semata2 tiada sekali2 sifat kita,maka hapuskanlah zat sifat
kita didalam zat Allah.Biarlah tinggal zat Allah semata2 kerana kita tanah
kembali kepada Adam sedia kala.
Maka kata olehmu ( Allah Hu Akhbar )itulah bernama sembahyang orang
( KhasulKhas ) namanya maka peroleh makam fana jati dan makam Tabdul
Kalam Allah.Jikalau tiada demikian maka tiada sah sembahyangnya maka tiliklah
sembahyangnya.Ia menyembah huruf dan suara dan menyembah bayang yang
Asa.Maka sempurnalah ibadatmu dan amalan mu itu kepada Allah Taala kerana
inilah dinamakan sembahyang-Hai saudaraku,ketahuilah olehmu akan sempurna
sembahyang itu tiada sah sembahyang itu tiada niat,dan ikhlas,melainkan dengan
hati dan tiada diterimanya hati itu dengan ilmu dan takyin.Adapun erti hati itu
Ikhlas ilmu dan makrifat itu ialah rohani,maka ketahuilah olehmu bahawa
sekelian perbuatan itu dengan niat dan tertib.Tertib itu daripada Qasad dan Qasad
tertib itu daripada hati yang tatif iaitu rohani.

Adapun cita2 terdahulu daripada niat dan Qasad itu pula 3 bahagi

1) Qasad nafsu
2) Qasad kiblat
3) Qasad roh
Adapun Qasad roh didalam rahsia adapun tatkala berdiri sembahyangnya itu maka
kita hapuskan dan lenyapkan perbuatan kita didalam af’al Allah,maka tinggallah
af’al Allah semata2 dan kudratnya.Maka kata olehmu Allah Hu Akhbar makam
hanaak jati dan makan pana mikraj mikraj tabdul dan makam Islam maka peroleh
lazat dan citarasa baginya.
Ketahuilah olehmu bahawasanya jalan kepada Allah Taala itu 4 jalan
1) Jalan Syariat
2) Jalan Tarikat
3) Jalan Hakikat
4) Jalan Makrifat
Adapun syariat itu kata2 nabi2
Tarikat itu perbuatan Nabi
Hakikat itu tempat kediaman nabi
Makrifat itu ialah rahsianya.

Adapun istana syariat itu lidah,Istana tarikat itu hati,Istana Hakikat itu nyawa,Istana
Makrifat itu kelakuan Nabi.Meliputi dengan semata2 sekelian alam inilah dinamai jalan
yang 4 itu.Maka hendaklah kita ketahui dan kenal dengan hatinya.
Bermula syariat itu kerja tubuh,tarikat itu kerja hati,hakikat itu kerja nyawa dan makrifat
itu kerja rahsia.

Soal-
Jika ditanya orang apa dijunjungan islam?
Jawab:-

Adapun dijunjung oleh islam itu Titah yang 4 bahagi
1) Syariat yang dijunjung oleh anggota islam
2) Tarikat dijunjung oleh hati islam
3) Hakikat dijunjung oleh nyawa islam
4) Makrifat itu dijunjung oleh orang yang mengetahui islam yang 4

Maka inilah orang yang dinamakan ( Sho Fi Daari ) ertinya hidup kepada 2 negeri maka
orang inilah dinamakan orang segala orang yang arif ( Ya Allahi Khasu Khass)ertinya
pilihan dan mukmin shodiq mukmin yang sebenar maka inilah yang dikatakan
bergantung pada tali Allah.Allah yang tiada berputus musyahadah dan muqabalah dan
muraqabah dengan hak Allah Taala daripada Aadam kepada ujudnya.Daripada ujud
kepada aadamnya tiada bercerai tiada bertemu tiada lain daripadanya.Dan lagi Allah
Taala menjadikan sembahyang seperti nabi Ahmad Muhammad pun namanya.Maka
Ahmad itu 4 huruf Alif,Ha,Mim,Dal,maka berdiri itu seperti Alif,rukuk itu seperti
Haa,Sujud seperti Mim,duduk seperti Dal,demikian 4 itu.

Adapun tubuh manusia itu yakni tubuh Adam alai hissalam.Asal kejadian dari 4 anasir
tanah,air,api dan angin.

Adapun tanah itu tempat nyawa ujud Allah yang bernama Hakim ertinya yang tahu pada
hukumnya.Adapun air itu tempat nyata ujud Allah yang bernama Muhyi yag yang hidup.
Angin itu tempat nyata ujud Allah yang bernama Qaiyum ertinya yang kuasa.Api itu pula
tempat nyata ujud Allah yang bernama Aazim.Maka hendaklah ditilik dan dilihat kamil
mukamil itu seperti memilik ia kepada bercerai maka ia melihat berhimpun 4 itu kepada
insan maka ia menilik kepada insan dilihat dengan mata hati pada insan ujud Allah yang
bernama Allah inilah isyarat hadis nabi ( Man nazara ila Sai in Walam yarallah fi fahuwa
batiun )Barangsiapa memilik kepada sesuatu tempat tiada dilihat Allah pada maka iaitu
batal.Inilah arif kamil mukamil tiada berputus dirinya,hatinya,nyawa,dan rahsianya
itu,berkehendak kepada yang bernama Allah.

Adapun diri kita 2 bahagi
1) Diri berdiri
2) Diri terperi

Maka berdiri itulah sifat kehambaan yang jadi daripada 2 ibubapa kita asal daripada
mani,tatkala masuk kedalam rahim ibu 40 hari,nutpah namanya.Genap 80 hari Alagah
namanya ertinya Darah berkumpul.Genap 120 hari Mudqah namanya ertinya daging tiada
bertulang.Kemudian daripada manusia dirupakan Allah Taala akan dia yang kehendaki
merupakan dia dan tanah sempurnalah kejadiannya.
Maka dititahkan nyawa masuk kedalam dengan dikehendaki ,dan apakala masuk nyawa
kedalam ibunya maka dikeluarkan Allah daripada perut ibunya kepada alam wasitah
seperti orang yang telah jaga dari tidurnya.Maka dilihat tiada lagi rupa yang telah
dilihatnya maka ia pun menangis.Sebab suaranya itulah bernama insan.Tatkala ia tahu
menangis Muhammad namanyatatkala inilah dijadikan Allah ( Ahlil Sunnah Waljamaah )
Tatkala ia tahu menyusu ( Sipiah namanya ) tatkala ia tahu berkata-kata kitab
namanya.Kerna tatkala itu nyata rupa semasa dalam kandungan ibunya inilah yang
dikenalnya itu,tatkala ia pandai meniarap Hanafi namanya,tatkala ia tahu duduk Malik
namanya,tatkala tahu berdiri Hambali namanya,tatkala ia boleh merangkak Syafie
namanya.Inilah jalan aman yang 4 itu,dijadikan Allah Taala tatkala dalam peliharaan
ibubapa tahu berlari Shorih namanya.Kerana tatkala itu suatu pun tiada menkhabarkan
diri ada kelebihan didalam rahim ibunya.
Maka tatkala sudah cerdik boleh berjalan berlari,pandai berkata2 maka tatkala itu leka ia
dengan dunia dan lupa ia akan dirinya.Maka masuklah kedalam dunia ini hilanglah ilmu
itu menunjukkan diri kita yang terperi itu Araad jua.Segala guna yang ada ini tiada kekal
ia pada kedua masuk dan kurang itu 1 alam jasmani jua bukan alam rohani kerana alam
jasmani itu tempat nyata alam rohani,ertinya ( alam jasmani,alam rohani ) maka telah
ketahui bahawasanya keadaan kita insan bahawasanya alam rohani itu tetap selama2nya
Tiada berubah,tiada kurang daripadanya.Inilah diri kita dengan terperi dengan segala peri
mulia.Adapun diri terperi itu tiada makan,tiada minum,tiada beristeri,tiada beranak,tiada
beribu,tiada tidur,tiada mati,maka diri kita inilah dikurniakan Allah Taala sifat 2 x 7.
Maka dengan sifat inilah diri berdiri itu umpama perahu diperintah oleh
nahudanya.Masing2 perahu masing2 nahudanya.Adapun sifat 2 x 7 dikurniakan Allah
Taala kepada roh iaitu sifat Ma’ani dan sifat Maknawiyah itulah dikurniakan Allah Taala
roh kita supaya kuasa memerintah jasad kita.Semata2 wayang kulit.tiada yang empunya
perintah melainkan dengan perintah Tok Dalang jua.Dan roh adalah umpama menutup
dalang itu jikalau tiada pesawatnya.Nescaya tiada akan zahir hikmatnya memandang
pesawat itu.Maka hendaklah Makrifat yang tahkik kerana dalang itu tiada bercerai
dengan wayang dan wayang itu tiada bercerai dengan dalangnya.Seketika juapun,jikalau
bercerai nescaya binasalah wayang itu.Demikianlah juga keadaan hamba denagn
Tuhan.Sentiasa tiada bercerai daripada asal datang kepada Abda’ inilah firman Allah.
(Wahuwa Maakum Anama kuntum ) ertinya Allah serta kamu barang dimana kamu.Dan
martabat Sani pun serta kita maka Allah Fardhukan kita pandangan jangan lalai serta
hamba dengan tuhan daripada azali datang kepada Abda’,kemudian daripada itu ketahui
olehmu akan nama Allah akan nama Allah dan Muhammad.Adapun nama Allah ini 4
huruf iaitu Alif,Lam,Lam Haa dihimpun (Allah).demikian suatu Allah dan lagi insan pun
5 jari kelingking huruf alif,jari manis huruf lam,dan jari tengah huruf lam akhir dan
telunjuk dan ibu jari itu huruf haa.Demikianlah suatu Allah pada jari tangan kiri kanan
dan kaki kiri kanan itu jua huruf insan itu nama ( Allah ) dan nama rasullullah kerana
firman Allah didalam hadis Qudsi iaitu jasmani insan.
Tubuh manusia,nafsu,hati,nyawa,melihat,lidah,tangan,kaki semuanya itu aku nyatakan
bagi diriku maka tiada insan lain daripada aku dan tiada aku lain daripadanya.Maka
sebenar2 insan itu Muhammad.Maka Allah Subhanawataala itu tajalilah ia kepada insan
itu seperti firmannya ( Al insanin siri waana sirrhu ) ertinya insan itu rahsiaku dan rahsia
aku rahsianya.Lagi ( Al insannu sirri wana sirri wasifatu la qairuh ) ertinya-insan itu
rahsiaku dan sifatnya sifatku tiada lain daripadaku.Demikian kemuliaan insan kepada

Allah Taala maka hendaklah ketahui keadaan rahsia Allah itu jikalau tiada ketahui
nescaya didalam dosa yang amat besar seperti sabda nabi ( Ujuduka zambuu la
yuqasabihi zambun ) ertinya-Adamu rasanya yang sebagai denagn dia rasa sentiasa rasa
engkau,engkau didalam rasanya.
Didalam kebaktian sekelian pun kerana kebaktian jikalau tiada ilmu maka tiada
sempurnalah kebaktian kepada Allah Taala kerana ini sabda nabi ( Al ilmu rohu wal amal
jasad ) ertinya-Ilmu itu nyawa dan amal itu tubuh yakni jikalau tiada nyawa maka tiada
dapat tubuh itu bergerak.Demikianlah kebaktian pun jika tiada dengan tiada
sempurnanya.Adapun nama Muhammad itu pada tubuh kita ada 4 huruf
mim,haa,mim,dal.Adapun kepala kita huruf mim,tangan kita huruf haa,pinggang itu huruf
mim akhir dan peha kedua itu huruf dal.Demikianlah didalamnya.Tiada lain daripada
nama Allah dan nama Muhammad maka tiliklah nyata2 dengan memohonkan kerana
Allah Taala tuhan yang sebenar2nya.

Adapun rahsia itu tersembunyi nyawa,nyawa dan rahsia tersembunyi pada tubuh maka
inilah ( Tanzil ) yakni pandangan turun pada taqwa.Yakni pandangan naik.Maka
pandangan badan menunjukkan hati,hati menunjukkan nyawa,nyawa menunjukkan rahsia
dan rahsia menunjukkan ujud Allah Taala.Maka zikirlah ( Lailaha illa Allah ) tiada tuhan
hanya Allah.

Sabda nabi,barangsiapa tiada tahu akan sembahyang maka iaitu sia2lah sembahyangnya
kerana sembahyang 5 waktu itu rasullullah empunya waktu,rasul 5 waktu Allah jadikan
dia dahulu daripada 70000 tahun dahulu lamanya iaitu dari 4 bangsa
Kudrat,Iradat,Rahmat,Hibatnya.Maka tilik Allah akan 4 itu menjadikan 5 rupanya iaitu
Putih,kuning,merah,hijau.Bermula putih waktunya subuh.Kuning waktunya zohor,merah
waktunya asar,Hijau waktunya maghrib dan hitam waktunya isyak.Semuanya ini pada
tubuh manusia ( tubuh kita ) maka sebab itulah berdiri,rukuk,sujud,duduk kerana Allah
Taala menjadikan Nabi Adam itu daripada 4 anasir iaitu tanah,air,api,angin.Maka berdiri
itu peri api kerana api nyala tegak menjulang keatas,rukuk itu perbuatan angin betul
condong,sujud itu perbuatan air kerana air itu mengalir kebawah dan duduk itu itu
perbyatan tanah kerana tanah atau bumi.Demikianlah asalnya orang (Ahlul Hakikat ).
Adapun berdiri itu daripada huruf alif,rukuk itu daripada huruf lam,sujud itu daripada
huruf haa.tomakniah itu dari huruf mim,duduk itu dari hurf dal.Adapun asal waktu yang 5
itu daripada alif,lam,haa,mim,dal.Adapun waktu zohor itu huruf alif maknanya dari ujud
waktu asar daripada hurf lam,makna daripada ilmu Allah.Waktu maghrib itu daripada
huruf haa makna kudrat Allah,waktu subuh itu daripada huruf dal makna daripada sir
Allah,maka dinamakan isyarat daripada zatnya,sifatnya,asmanya dan af’alnya.Dan inilah
sebenarnya sempurna tuhan namanya maka ketahuilah oleh akan waktu yang 5 itu.Kija
tiada ketahui tiada sah pekerjaannya adapun pertama dijadikan Allah Taala hati dan mata
inilah menjadikan waktu subuh,kemudian dijadikan Allah urat inilah menjadikan waktu
zohor,kemudian dijadikan Allah tulan.Inilah menjadikan Maghrib.Kemudian dijadikan
Allah roh inilah dijadikan Allah waktu jumaat maka inilah berhimpun puji dan sembah
jua adanya.

Adapun kemudian itu wahai saudaraku ketahuilah olehmu dunia dan akhirat akan
perkataan ini ingatkan dan pandanglah didalam rupamu,berjalan,berdiri,bergerak,didalam
sembahyang,didalam berkira.Jangan saudaraku lupakan pandangan itu seketika walaupun
sekelip mata jua pun.Maka kenyataan ini tiada tahu oleh orang.Jikalau tiada guru yang
kasih akan anak muridnya.Maka tiadalah dapat akan perkataan ini tiada boleh didengar
oleh orang lain kerana ilmu kesudahan,maka tiada lagi dikata inilah nama ( Mahmu
Utirida ) ertinya-perhimpunan rahsia yang mulia2.
Inilah rahsia hamba kepada saudaraku maka hendaklah ingat baik2 jangan lupa walau
sekelip mata jua pun seperti firman Allah ( Barang siapa tiada kenal akan milikku itu
nescaya akan bakar akan dia dengan api neraka walau pun ia seorang alim sekalipun dan
barang siapa akan ambil milikku,maka orang itu hampirlah ia dengan aku dan tiada
terlindung dia dengan aku.

Adapun yang bernama milik Allah itu iaitu segala sifat yang 7 pada kita itu ialah barang
ujudnya.Maka barang tiada maujud melainkan dengan ampunya bayang2 maka bukan ia
tetapi lain daripadanya.Maka wajiblah atas kita mengambil hak Allah yang daripada kita
inilah sifatnya yakni jangan ada lagi hidup kita,tahu kita,melihat kita,dan kata2 kita
melainkan hanya Allah Taala.Dengan hakikat hati jua bukan dikata dengan lidah
menyebut zikir La Ilaha Illallah atau Hu Hu atau tatkala
duduk,berjalan,bergerak,diam,makan,minum,maka inilah lafaz menilik bagi Allah
hendaklah kita pandang siang dan malam.Adapun kita ini bertubuhkan Muhammad Batin
dan zahir,maka yang ada jadi pada tubuh kita hakikat kerana kejadian roh kita dan tubuh
kita daripada Nur Muhammad nescaya Muhammad juga namanya.Maka tiada lain kepada
hakikat dan jadi bertubuh yang batin dan zahir namanya itu kerana nama rahsia itu terlalu
banyak.Allah pun namanya jua.Adapun sebenar2 sifat kepada kita inilah rahsia yang
sebenar2 rahsia yang ada pada kita yang ketahui.Adapun jalan hakikat inilah ( Allah Hu
Akhbar ) inilah sifat af’al tiada lagi hati menyebut dan tiada lagi lidah berkata,hanya sifat
Asma’ hayat,ilmu,kudrat,iradat yang mengatakan.tiadalah hati lagi kerana rahsia Allah
Hayat,Ilmu,Kudrat,Iradat nama rahsia Allah kepada batin kita memerintah roh2
memerintah hati.Hati memerintah tubuh,maka tubuh pun berlakulah berbagai2 kehendak
memerintah sekelian itu,maka makrifat ada dengan sendirinya tiadalah dua ,tiga.Hanya
Allah memuji dirinya sendiri tiadalah kita lagi rasa hati dan tubuhnya maka jangan
diingatkan lagi hanya Allah yang ada itu kerana Allah yang bernama rahsia itu
kehendaknya kita menjadi serasi dengan dia.Jikalau tiada serasi siapa kita hendak lagi
kerana rahsia yang dapat melihat Allah Taala mengenal Allah,Memuji Allah,hendaklah
bagi kita rahsia Allah kepada kita itu jadi serasi yang hendak berzikir berbagai2 rahsia
Allah.Seperti Sabda Nabi:
Asal kejadian itu 4 anasir iaitu tanah,air,api,angin.Turun kepada kita tanah itu tubuh
kita,angin itu nafas kita,api itu darah kita.air itu rahsia bg kita..Maka inilah mengenal diri
namanya.Kejadian tanah itu bernama syariat,kejadian angin itu bernama tarikat,kejadian
Api itu bernama bernama hakikat dan kejadian air itu bernama makrifat.Inilah mengenal
diri namanya.Maka syariat itu umpama kaki,tarikat itu umpama tangan,hakikat itu
umpama tubuh,makrifat itu umpama kepala.Maka tiadalah ia bercerai hendaklah kita
hilangkan bicara tubuh dirahsiakan inilah fana namanya.Maka tiadalah boleh bercerai2
hanya ada Allah sendiri kerana dilihat mengatakan ( La Yakrifu Allah Ilallah )ertinya-
Tiada mengenal Allah hanya Allah maka tiada dapat kita mengenal Allah kerana tiada
kita melihatnya.
Adapun yang kata berbagai2 itulah rahsia Allah kepada batin dan zahirnya kita
mengatakan ( La Ilaha Illa Allah ) itulah rahsia Allah yang mengatakan rahsia ertinya-
Tiada lagi hatinya dapat mengenal Allah hanya rahsia Allah saja yang dapat mengenal
maka berganti2lah tubuh dan hati itu tiada lagi menyebut hanya Allah dengan rahsia jua
iaitu yang ada pada jalan makrifat.
Tatkala mengata ( Allah Hu Akhbar ) itu hanya Allah yang ada menyebut jangan ada lagi
rasa berbagai2 yang diingatkan batin dan zahir hanya Allah saja maka hilanglah cita2
yang lain hanya Allah yang ada pada makrifat itu.Maka hairanlah kita tercengang2
setelah itu Allah tahukan dirinya dan tiada tahu akan tuhannya.Jikalau lagi kata didalam
hati kita menyebut itu dan yang disembah itu Allah maka jadi dua,belum lagi ada
rasa,jikalau anugerah Allah akan hambanya mengerti pengajaran itu menjadi asa jikalau
kita zikir atau sembahyang.Jangan berbeza lagi.Jika mengatakan ( La Ilaha Illa Allah )
Rahsia Allah kehendaknya Allah memujinya sendiri dan hati memujinya dirinya
Allah,jangan lagi kata hati memuji itu hanya rahsia Allah juga memuji dirinya beza yang
dipakai oleh Aulia Allah sekelian .Maka tiada lagi makrifat kita.Hanya sendirinya dengan
rahsianya dan kehendaknya maka inilah Fana pada Allah dan Ya Allah,jikalau sudah rasa
kepada Allah maka tiada bercita2 kepada yang lain lagi.Maka hendaklah wahai saudaraku
sekelian pagi dan petang,siang dan malam,dunia dan akhirat,hidup dan mati jangan
berubah lagi.Adapun yang bernama alam sapiir itu didalam otak kita kerana otak kita itu
tempat nyata roh kita yang bernama alam sapiir itu kerana alamnya.
Adapun yang bernama alam kabir itu pula ialah tubuh yang nyata diperintah rahsia Allah
tempat nyata roh.Adapun tempat segala perintah itu daripada tengah hati kita maka
berkehendaklah hati kita berbagai2.Adapun rahsia itu pula didalam pesaad ertinya
didalam jantung kita.Maka inilah namanya Allah,maka inilah rahsia zat kerana disana
tempat nyata segala kehendak Allah,maka Siir kita itu namanya sifat batin,didalam tubuh
kita bernama sifat zahir jua sekelian adanya.

Adapun masa tidur,Adapun masa kita tidur itu hilang segala rasa sebab tiada diperintah
rahsia Allah jangan hendak berbagai2.Ingatkan diripun tiada.Hanya yang ada hayat
kerana rahsia Allah itu jadi berkehendak kepada manusia dan segala binatang.Jika tiada
Batin dan zahirnya itu berkehendak baginya.Maka roh itulah yang bernama manusia
bernama tubuh pada sekelian aulia Allah.Maka roh itulah bernama makrifat yang dapat
berjalan batin dan dapat melihat batin,yang demikian itu roh itulah melakukan perintah
rahsia Allah orang yang sudah sampai ilmunya itu bertubuh Idofi bertubuh akan
(Muhammad) sekian jua adanya.

Sekian saja hamba menulis sebuah kitab ini iaitu sebuah kitab Arwah Tokku Paloh yang telah diturunkan kepada anak muridnya yang dikasihi.

Sekian Terima Kasih.
LikeUnlike · ·Follow postUnfollow post · 6 hours ago
3 people like this..


Dyah Mika Syukur Alhmdulillah, Terima Kasih Nizzam.6 hours ago · LikeUnlike.Nizzam Shahiibul-Karibb Maaf...dlm islam tiada disebut sembahyang....tolong tukarkan pada perkataan solat.6 hours ago · LikeUnlike.Dyah Mika Benar tu Nizzam, Perkataan Sembah Hyang di petik drp perkataan bahasa agama Hindu yg bermaksud Sembah Sang Hyang Dewata Raya maka di pendekan kpd SembaHyang. Sangat Berbeza Dg Solat atau Solah yg bermaksud penceraian dan penyatuan setiap Ib...adat yg di lakukan dlm tata cara hidup yg di namakan Addin menurut Al Quran.

Jika ada apa2 kekurangan dan kesalahan dlm penjelasan saya ini tolong tambahkan atau pun berilah jalan semuga saudara2 disini dpt manfaatkan bersama. Terima Kasih Nizzam dan sahabat2 yg lain sedia mengirimkan menuskrip lama untuk berkongsi dg kami semua disini.

Mudah2an Saudara2 Sekalian dpt memelihara laman ini sebagai teman karib. Insya Allah Ta'ala manalah tahu akan terbentuk nya satu laman Insan Yg Di Pilih Allah SWT. WallahuA'lam. Ya Allah Ya Rabbi Pimpin Lah Aku dan Saudara2Ku Sekalian KeJalan Di Redhai Dlm Rahmat Engkau Ya Allah Ya Rabbi. Amiin, Amiin, Amiin, Ya Rabbul Alamiin.See more4 hours ago · LikeUnlike.TokJabat Hj Nazri kawan kawan semua dah baca ke belum karangan kitab di atas ...ini petikan nya pasal sembahyang .... "Soal-
Jika ditanya orang sembahyang itu dengan solat,satu nama...kah atau berbeza?
Jawab:-
Adapun pada pihak lafaznya itu berbeza tetapi pada pihak maknanya satu jua.Tetapi yg
dinamakan solat itu penerimaan adapun dinamai sembahyang itu pada pekerjaan yg zahir."See moreabout an hour ago · LikeUnlike · 1Loading....TokJabat Hj Nazri cuma lafaz berbeza....selagi jasad, hati iktikad menghadap kepada Allah sebagai bukti menyatakan kehambaan kepada NYA...buboh lah nama apa sekali pun...kenapa kita dok cari makna dan istilah yang menjurus kepada yang lain ...selagi kita faham sembahyang itu merujuk mengadap jasad dan rohani kepada Allah maka tiadalah ada lagi dakwa dakwinya yang nak bangsakan kepada yang lain nya..about an hour ago · LikeUnlike.Dyah Mika Ya, benar tu Tok Jabat. Ada pun di kalangan orang Melayu menyebut Sembah dan Yang, yg membawa maksud Sembah Yang mana? dari perkataan Hyang dg tersendiri sudah berubah menjadi Yang.

Hanya perkataan Hyang dan Eyang ada perbezaan maksud pula.... Hyang di maksudkan kpd penyembahan Dewa dan Eyang dimaksudkan sembah kpd yg tua.

Ada lebih baik kita lupakan saja soal ini dan kembali kpd saranan Tok Jabat. Keterangan diatas hanya menambah pengetahuan sahaja.
Don't too hard my brother....Hee...Hee....See moreabout an hour ago · LikeUnlike.TokJabat Hj Nazri minta maaf lah saudara2 kalau terkasar bahasa..bukan bermaksud begitu...sama sama lah kita belajar, terima kasih tak terhingga kepada sudara Nizam kerana malempirkan kitab Tok Ku Paloh ...lama dah dok cari sumber ...tapi tak ketemu..about an hour ago · LikeUnlike.
Write a comment.....